Saham-saham sektor industri dan teknologi menguat seiring melemahnya dolar AS, yang membuat produk-produk AS menjadi lebih kompetitif.
Saham-saham teknologi juga turut menguat, dengan penguatan terbesar dicetak oleh Google Inc yang naik 1,2% menjadi US$ 463,97. Namun kenaikan Nasdaq tertahan oleh saham Apple Inc yang turun 1% setelah kemunculan perdana chief executive, Steve Jobs usai menjalani transplantasi hati.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Melemahnya dolar sepertinya menjadi katalis baru di pasar," ujar Chad Morganlander, manager portofolio Nicolaus & Co seperti dikutip dari Reuters, Kamis (10/9/2009).
Melemahnya dolar AS ini juga telah membuat harga minyak melonjak dan emas terus diperdagangkan di atas US$ 1.000 per ounce.
Namun perdagangan masih sangat tipis, di New York Stock Exchange hanya 1,24 miliar, di atas rata-rata tahun lalu yang sebesar 1,49 miliar. Di Nasdaq, transaksi mencapai 2,51 miliar, di atas rata-rata tahun lalu sebanyak 2,28 miliar.
Harga Minyak Naik Lagi
Sementara harga minyak mentah dunia kembali naik tipis oleh melemahnya dolar AS dan optimisme membaiknya perekonomian global.
Kontrak utama minyak light sweet pengiriman Oktober naik 21 sen menjadi US$ 71,31 per barel. Sementara minyak Brent pengiriman Oktober juga naik tipis 41 sen ke level US$ 69,83 per barel.
(qom/qom)











































