Peningkatan Produksi Latinusa Terkendala Bahan Baku

Peningkatan Produksi Latinusa Terkendala Bahan Baku

- detikFinance
Kamis, 10 Sep 2009 10:28 WIB
Peningkatan Produksi Latinusa Terkendala Bahan Baku
Jakarta - Terkait rencana IPO (Initial Public Offering ) PT Pelat Timah Nusantara (Latinusa) dalam beberapa bulan ke depan, anak perusahaan PT Krakatau Steel (KS) ini mencanangkan peningkatan produksi tinplate (pelat timah) sebesar 160 ribu ton per tahun.

Namun rencana ini terkendala akan pesaing Latinusa, yang juga bertindak sebagai pemasok bahan baku, berupa Tin Mill Black Plate (TMBP). Latinusa saat ini mampu memproduksi tinplate sebesar 130 ribu ton per tahun. Jumlah  tersebut telah memenuhi permintaan kebutuhan pasar domestik sebesar 57,5%.

Sisanya terpenuhi oleh tinplate yang berasal dari luar negeri, khususnya Jepang dan Korea. Sedangkan permintaan nasional akan pelat timah mencapai 200 ribu ton per tahunnya.

Kendala pemenuhan pasar domestik terdapat pada bahan baku (TMBP) yang masih diimpor. Belum ada pihak yang bisa memproduksi bahan baku yang dibutuhkan Latinusa.

Hal ini disampaikan Direktur Utama PT Latinusa Ardhiman T.A. disaat buka puasa bersama di restoran Seminyak Jakarta Rabu malam (9/9/2009).

"Saat ini kebutuhan pasar akan pelat hitam ter-cover oleh kami dan dari Jepang, Korea. Padahal negara-negara ini juga sebagai pemasok raw material kami," kata Ardhiman.

Meskipun tidak mau menyebutkan importir yang memenuhi pasar domestik, Ardhiman menjelaskan, di antara mereka bertindak ganda. Perusahaan asal Asia Timur ini memasok bahan baku ke Latinusa, dan juga menjual produk tinplate ke pabrik kemasan kaleng dalam negeri.

"Mereka sebagai supporting, juga pesaing kita. Sampai saat ini mereka masih menjalankan keduanya. Mereka tidak mungkin berhenti memasok ke dalam negeri. Itu sama saja menggerus pangsa pasar sendiri," ujar Ardhiman.

Lanjut Ardhiman, jika saja terdapat produsen dalam negeri yang mampu memproduksi TMBP, maka Latinusa dapat menghasilkan tinplate lebih banyak. Target 160 ribu ton per tahun pun dapat terpenuhi. Bahkan bukan tidak mungkin Latinusa dapat memenuhi kebutuhan domestik secara dominan.

Latinusa menghitung, untuk memproduksi TMBP diperlukan investasi sebesar US$ 150-200 juta. Dengan rencana IPO yang masih berjalan, Ardhiman mengharapkan banyak pihak yang mendukung adanya produsen TMBP di dalam negeri.

"Jika IPO berjalan lancar, kami berniat mengajak pihak-pihak yang mau memproduksi TMBP untuk segera merealisasikannya. Langkah alternatif adalah dengan menggandeng unit usaha lain (KS Group) dari industri hulu, untuk menghasilkan bahan baku kita,"jelasnya.

IPO direncanakan berjalan efektif pada minggu ke-3 November 2009. Jumlah saham Latinusa nantinya mencapai 500 juta lembar.

Meskipun terdapat perubahan komposisi kepemilikan, namun saham KS tetap dominan. KS menguasai 75% saham, PT Baruna Inti Lestari 5%, kepemilikan saham publik mencapai mencapai 18% dan karyawan mendapat porsi 2%.

(dnl/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads