Menurut Direktur Utama Bahana Securities Eko Yuliantoro, nilai obligasi paling besar adalah subdebt PT Bank Mandiri Tbk dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), keduanya mencapai Rp 5-6 triliun.
"Rencananya dua subdebt itu akan diterbitkan kuartal IV tahun ini," katanya di Jakarta, Kamis (10/9/2009) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya, anak usaha PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) itu juga akan membantu PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dalam menerbitkan domestik bond senilai Rp 1,5 triliun di akhir tahun 2009.
Surat utang yang paling cepat meluncur adalah milik PT Panin Bank Tbk. Obligasi rupiah III senilai Rp 1,5 triliun itu berjangka waktu lima tahun dengan suku bunga tetap dan pembayaran kupon dilakukan setiap tiga bulan sekali.
Selain menjadi underwriter penerbitan obligasi, perseroan juga sudah mengantongi kontrak dengan tiga perusahaan yang berniat masuk lantai bursa tahun ini.
Ketiga perusahaan tersebut antara lain, PT Pelat Timah Nusantara (Latinusa) yang merupakan anak usaha PT Krakatau Steel, PT Bank Jabar dan PT Armadian Tritunggal atau induk usaha produsen batubara PT Berau Coal.
"Yang sudah kita pegang kan tiga (Initial Public Offering/IPO). Mudah-mudahan bisa semuanya tahun ini," katanya.
Saat ini, perseroan sedang melakukan kajian bersama dengan ketiga perusahaan tersebut. Selain melakukan valuasi nilai, pihaknya juga akan mencermati perkembangan pasar.
"Terutama untuk batubara, sekarang kan sudah banyak di bursa. Kita mesti lihat apakah investor sudah jenuh atau belum," ungkapnya.
(ang/qom)











































