Market Flash eTrading

Market Flash eTrading

- detikFinance
Jumat, 11 Sep 2009 09:12 WIB
Market Flash eTrading
Jakarta - Dow Jones: Bursa US kembali menguat untuk hari kelima dan merupakan penguatan terpanjang S&P 500 sejak November lalu akibat naiknya proyeksi untuk permintaan minyak yang berdampak pada kenaikan saham energi dan klaim pengangguran turun ke level terendahnya sejak Juli.

Treasuri rally dan membawa yield 10-year notes turun menjadi 3.35%, diikuti dengan permintaan atas $12 milyar 30-year bond yang melampaui estimasi. Indeks S&P (+1%) 1,044.14 dan Dow Jones (+0.8%) 9,627.48. Crude oil future (+0.9%) $71.95/barel, Gold futures turun menjadi $996.8/oz, sementara sugar futures naik 4% akibat spekulasi permintaan impor akan meningkat.

Regional Pagi: Bursa Jepang berfluktuasi seiring produsen otomotif melemah setelah pelemahan dollar hingga level terendah 7 bulan terhadap yen. Inpex Corp. menguat setelah International Energy Agency meningkatkan prediksi permintaan minyak. Toyota Motor Corp. (-1%), Nissan Motor Co. (-1.1%). Inpex (+1.%). NIKKEI 225 (-0.03%) 10,510.53. KOSPI INDEX (+0.38%) 1,650.89. S&P/ASX 200 INDEX (+0.57%) 4,596.80. STI (+0.52%) 2,696.02.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Commodity: Harga minyak sedikit mengalami penurunan setelah The International Energy Agency menaikkan proyeksi permintaan minyak dunia tahun depan. Permintaan minyak dunia diperkirakan mencapai 85.7 juta barel per hari tahun depan, sementara saat ini dolar berada di kisaran terendahnya sejak 18 Desember lalu akibat spekulasi bahwa laporan yang akan keluar hari ini menunjukkan produksi Cina meningkat sementara ekspor menurun.

Crude oil untuk Oktober turun menjadi $71.92/barel dan Brent crude oil untuk Oktober diperdagangkan pada level $69.86/barel. Berdasarkan data departemen energi, persediaan gasoline naik menjadi 207.2 juta barel, gasoline untuk pengiriman Oktober -1.3% menjadi $1.8036/gallon.  Gold (-0.1%) $996/oz, CPO (-2.2%) $670/mt, Nickel (-4.2%) $17.200/ton, Tin (-3.4%) $14.200/ton.

Economic & Industrial News

Mining: NTB Minta Renegosiasi 7% Saham Newmont

Pemerintah daerah NTB meminta Menteri ASDM Purnomo Yusgiantoro untuk merenegosiasi harga 7% saham Newmont program divestasi 2007 senilai US$ 282 juta. Di sisi lain, perusahaan pemilik tambang Nemont dan Pemda sebelumnya telah mencapai kesepakatan, bahkan telah menyerahkan SPA (sales and purchase agreement) untuk menyelesaikan pembelian 10% hak pemda yang diharapkan tuntas 29 September.
 
Economic: Total E&P Investasi US$ 22 Miliar

Total E&P Indonesia berkomitmen investasi senilai US$ 22 miliar dari 2009 hingga 2032, menyusul akan dilakukannya pengembangan proyek baru di Blok Mahakam. Hal ini menyusul Blok Mahakam telah memasuki fase tekanan lemah yang sehingga berpotensi produksi turun 40% per tahun atau 2 miliar kaki kubik per tahun.

Economic: Bapepam Akan Naikkan Batasan Nilai Rights Issue

Bapepam berencana menaikkan batasan maksimal penerbitan rights issue tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) dari 5% menjadi 10% dari total saham guna mendorong minat perusahaan tertutup untuk melepas sahamnya ke publik melalui bursa saham danmemudahkan perusahaan terbuka untuk mencari tambahan modal.

Corporate news

EXCL: Refinancing Utang Rp4,56 T

Hingga 2010, EXCL akan refinancing utangnya sebesar Rp4,56 triliun dengan pendanaan dari rights issue US$300 juta dan kas internal. Perincian utangnya yakni :

1. utang berdenominasi dolar US$8 juta atau Rp79,44 miliar jatuh tempo Okto09

2. utang berdenominasi rupiah Rp400 miliar jatuh tempo Des09

3. utang berdenominasi dolar US$326 juta atau Rp3,23 triliun jatuh tempo 2010

4. utang berdenominasi rupiah Rp850 miliar

Selanjutnya, perseroan akan mengusulkan tiga opsi suntikan modal pada pemegang sahamnya Axiata Group Berhad dan Emirates Telecommunications Corporation (Etisalat) meliputi penerbitan saham hingga 100% dari rights issue US$300 juta; emisi (mandatory convertible notes/MCN) hingga 100% dari rights issue; dan emisi 50% saham dan 50% MCN.
 
DOID: 6 Miliar Saham Dialihkan

Kemarin, sebanyak 6 miliar saham DOID senilai Rp600,03 miliar atau Rp100/saham dialihkan sementara ke wali amanat di luar negeri melalui transaksi tutup sendiri (crossing) sebagai persiapan private placement. Perseroan belum mau mengomentari berita tersebut. Sementara itu, disinyalir empat broker memegang mandat placement yakni PT CLSA Indonesia, PT Danareksa Sekuritas, PT Deutsche Securities, dan PT Macquarie Securities.

KLBF: Berniat Terbitkan Obligasi Rp300 M

2009, KLBF berencana menerbitkan obligasi Rp300 miliar dan saat ini tengah mengkaji besaran tenornya. Perolehan dana untuk memenuhi capex FY10.

OKAS: Cari Utang Rp200 M, Anak Usaha Terbitkan Obligasi

OKAS tengah mencari pinjaman bank sebesar Rp200 miliar guna menambah saham perseroan di anak usahanya PT Multi Nitrotama Kimia (MNK) dan akuisisi PT Bormindo Nusantara. Selain itu, MNK juga akan menerbitkan obligasi senilai US$350 juta pada akhir 2009 dan telah menunjuk PT Indo Premier Securities dan PT Trimegah Securities sebagai underwriter nya.

MEDC: CNPCI Batal Akuisisi Area 47

China National Petroleum Corp International Ltd (CNPCI) membatalkan akuisisi 50% saham Area 47 yang semulai dikuasai Verenex senilai US$400 juta bersama dengan MEDC. Sementara, MEDC mengatakan batalnya rencana CNPCI tidak mengubah komitmen perseroan terhadap pengembangan blok migas serta tak mengubah jumlah serta nilai sadangan migas di Area 47, Libia.

APOL: Raih Kontrak Baru US$ 9 Juta

APOL meraih kontrak baru pengangkutan batubara ke China Selatan dan Taiwan bernilai mencapai US$ 9 juta atau sekitar Rp 90 miliar. Dalam kontrak tersebut, APOL akan mengangkut sebanyak satu juta ton batubara. Selain itu, APOL juga tengah mengincar pengangkutan batubara ke beberapa negara Asia lain, seperti Malaysia dan India.
 
PWON: Tower A Gandaria Terjual 80%

PWON menyatakan pera penjualan Superblok Gandaria senilai Rp2,1 triliun terdiri dari dua tower yakni tower A dan tower B telah terjual masing-masing 80% dan 60%. Ditargetkan pembangunan Superblok Gandaria tersebut rampung April 2010.

KLBF: Siapkan Belanja Modal Rp 350 Miliar untuk 2010

KLBF menyiapkan Rp 350 miliar untuk belanja modal tahun depan . Dana tersebut akan diambil dari kas internal yang masih lumayan besar yakni sebesar Rp 1,97 triliun per Juni 2009 lalu. KLBF akan memanfaatkan 30% total belanja modal untuk pembenahan pabrik, 30% untuk pembenahan gudang, dan 40% untuk membiayai riset dan pengembangan obat baru.
 
SMGR: Kaji Kaji Kelayakan Proyek Pabrik Baru di Kaltim

SMGR segera melakukan survei deposit bahan baku kapur di Kalimantan Timur sebagai persiapan awal guna merealisasikan proyek pembangunan pabrik semen berkapasitas 2,5 juta ton -3,5 juta ton per tahun di daerah tersebut.

(etr/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads