Â
Menurut Direktur Utama Garuda Emirsyah Satar, jumlah yang akan dibeli kembali tidak akan seluruhnya melainkan hanya sebagian.
Â
"Nanti sebagian kita akan buyback," katanya di kantor Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (14/9/2009).
Â
Namun sayangnya, ia tidak merinci seberapa besar FRN yang akan di-buyback tersebut. Ia hanya mengatakan, dana yang digunakan sepenuhnya dari internal perusahaan.
Â
Hingga saat ini, BUMN aviasi tersebut memiliki utang sebesar US$ 737 juta. Sebagian diantaranya utang kepada European Export Credit Agency (ECA) sebesar US$ 465 juta dan berbentuk FRN sebanyak US$ 130 juta.
(ang/dnl)











































