Saham-saham justru menguat berkat dorongan laporan aktivitas merger. Optimisme itu sekaligus menggerus kekhawatiran investor seputar memanasnya lagi hubungan perdagangan China-AS akibat pengenaan bea masuk impor ban China.
Investor semangat setelah Wall Street Journal melaporkan perusahaan energi AES Corp dikabarkan akan dibeli oleh sebuah perusahaan investasi China. Saham AES langsung menguat 4,5%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rencana aktivitas merger dan akuisisi secara jelas mulai memanas. Kabar AES telah membawa semangat baru bagi sektor utilitas," ujar Owen Fitzpatrick, head of equity dari Deutsche Bank Private Wealth Management, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (15/9/2009).
Pada perdagangan Senin (14/9/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup hanya naik tipis 21,39 poin n(0,22%) ke level 9.626,80. Indeks Standard & Poor's 500 juga naik 6,61 poin (0,63%) ke level 1.049,34 dan Nasdaq naik 10,88 poin (0,52%) ke level 2.091,78.
"Saham-saham memulai hari dengan mencari arah. Namun pada akhir perdagangan, investor menemukan pijakan dan menekan tiga indeks saham ke teritori positif," ujar Sara Kline dari Economy.com seprti dikutip dari AFP.
Perdagangan saham masih sangat tipis, di New York Stock Exchange hanya 1,21 miliar lembar saham, di bawah rata-rata tahun lalu yang mencapai 1,49 miliar. Sementara di Nasdaq, transaksi mencapai 2,17 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu sebanyak 2,28 miliar.
(qom/qom)











































