IHSG Masih Ikut Arus Regional

IHSG Masih Ikut Arus Regional

- detikFinance
Selasa, 15 Sep 2009 07:27 WIB
IHSG Masih Ikut Arus Regional
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin tak kuasa melawan arus koreksi regional. Koreksi cukup besar membuat IHSG harus kehilangan poin yang cukup signifikan.

Pada perdagangan Senin (14/9/2009), IHSG ditutup melemah 33,244 poin (1,38%) ke level 2.382,702 dalam volume perdagangan yang tipis. IHSG akhirnya kembali di bawah level 2.400 akibat sentimen regional.

Untuk perdagangan Selasa (15/9/2009), IHSG masih akan didera oleh koreksi meski tidak terlalu besar lagi. Namun menjelang libur panjang lebaran, investor cenderung memilih untuk mengambil untung. IHSG pun diprediksi hanya akan bergerak tipis dengan kecenderungan menguat tipis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sentimen positif datang dari penguatan bursa-bursa regional. Bursa Wall Street kemarin menguat tipis saja, bahkan sempat kehilangan arah pada awal perdagangan. Pada perdagangan Senin (14/9/2009), indeks Dow Jones industrial averageΒ  (DJIA) ditutup hanya naik tipis 21,39 poin n(0,22%) ke level 9.626,80.

Sementara bursa Jepang yang kemarin dilanda koreksi besar akibat penguatan yen, akhirnya menguat lagi. Indeks Nikkei-225 dibuka naik 65,58 poin (0,64%) ke level 10.267,64.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Panin Sekuritas:

Kemarin indeks akhirnya ditutup melemah -1,38% ke 2.383,702. Penurunan indeks kemarin didorong oleh anjloknya sebagian bursa regional akibat profit taking. Seperti diketahui sepanjang pekan lalu indeks terus bergerak menguat. IHSG bahkan berhasil menembus 2.400.

Anjloknya harga komoditas serta bursa Nikkei akibat menguatnya Yen terhadap USD menjadi pemicu profit taking diawal pekan. Momen menjelang libur panjang lebaran juga dijadikan faktor bagi investor untuk mengamankan keuntungannya.

Hari ini kami perkirakan indeks akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah. Transaksi diperkirakan juga akan kembali sepi. Sementara kami melihat saham consumer goods seperti UNVR, INDF dan ritel seperti MPPA, RALS dapat menjadi pilihan trading ditengah tekanan terhadap saham berbasis komoditas.

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads