Market Flash eTrading

Market Flash eTrading

- detikFinance
Selasa, 15 Sep 2009 08:55 WIB
Market Flash eTrading
Jakarta - Dow Jones: Bursa US menguat dan membawa indeks S&P 500 menuju level tertingginya dalam setahun akibat penguatan pada utilitas, keuangan dan sahm industri. Avery Dennison Corp. dan Sealed Air Corp. rally sedikitnya 5.8% mengikuti rekomnedasi 'buy' yang diberikan oleh Bank of America Corp. E*Trade Financial Corp. melonjak setelah CitiGroup Inc. menaikkan rating sahamnya.

Indeks S&P 500 +0.6% menjadi 1,049.34 dan Dow Jones +0.2% menjadi 9,626.8. Yield untuk 10-year notes naik 0.08 bps menjadi 3.42%. Kinerja perusahaan minyak US diupgrade pada bulan September dan Oktober akibat turunnya permintaan gasoline.

Regional Pagi: Bursa Asia menguat setelah penguatan Wall Street, dengan eksportir menopang rebound di Tokyo. Bursa Jepang menguat setelah indeks melemah tajam dalam 12 hari terakhir kemarin dan yen melemah terhadap dollar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mazda Motor Corp., produsen otomotif keempat terbesar di Jepang, (+1.3%). Komatsu Ltd. (+1%) setelah Credit SUise Group AG meningkatkan peringkat saham. Mitsui Fudosan Co. (+1.5%) setelah Deutsche Bank AG hampir membuat tiga kali lipat estimasi kenaikan harga. Nikkei 225 (+0.5%) 10,253.19 pukul 9:03 a.m. di Tokyo. KOSPI INDEX (+0.83%) 1,648.42. S&P/ASX 200 INDEX (+0.85%) 4,569.50. STI (+0.27%) 2,646.74.

Commodity: Crude oil diperdagangkan di kisaran $69 per barel di tengah spekulasi kilan-kilang minyak US akan memangkas tingkat operasinya untuk mencegah peningkatan persediaan. Persediaan crude oil US. kemungkinan mengalami penurunan minggu lalu, akibat kilang-kilang minyak lebih sedikit membeli kargo akibat akan adanya proses pemeliharaan pembangkit. Crude oil untuk pengiriman Oktober diperdagangkan pada level $69.03/barel dan Brent Crude oil untuk Oktober diperdagangkan pada level $67.44 per barel. Crude oil (+0.3%) $69.1/bbl, Gold (+0.1%) $1.001/oz, CPO (-6.6%) $635/MT, Nickel (-1.8%) $16.640/MT, Tin (-1.4%) $14.200/MT.

Economic & Industrial News

Economic: Ekonomi Indonesia 2010 Tumbuh 5,4%

Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2010 sebesar 5,4% atau naik dibanding prediksi pertumbuhan 2009 yang sebesar 4,3%. Bank Indonesia menilai Indonesia mengalami pemulihan ekonomi lebih dinidibandingkan dengan negara lain. Pasalnya konsumsi domestik masih terjaga tetap kuat di tengah krisis ekonomi berkat belanja kampanye pemilu dan meningkatnya kinerja perdagangan.
Β 
Banking: Bank Asing Mulai Kuasai Pasar Mikro

Bank asing kian mendominasi sektor mikro, yakni dengan produk unggulan kredit tanpa agunan. Citibank misalnya, raksasa perbankan asal AS itu sudah menggarap sektor ritel selama lima tahun terakhir dengan pertumbuhan 30%. Citibank menyalurkan kredit tersebut melalui unit usaha Citifinancial dengan nilai Rp 4-200 juta dan bunga 1,56-2,5% per bulan.

Corporate News

TRAM : Trada incar proyek pertamina Rp 500 M

TRAM mengincar proyek pengadaan dua unit kapal pengangkut bahan bakar dari pertamina. Nilai proyek berjangka waktu lima tahun itu ditaksir mencapai Rp 500 miliar. Saat ini TRAM tengah mengikuti tender yang diadakan Pertamina.

BTEL : Laba Bakrie Telcom +16.7%

Bakrie Telecom membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 16.7% pada 1H09 menjadi Rp 72.8 miliar. Kenaikan itu dicapai berkat pertumbuhan jumlah pelanggan. Perseroan mencetak laba kotor sebesar Rp 1.66 triliun.

SMCB : Holcim raih proyek pengadaan beton jalan tol

Holcim Indonesia mendapatkan proyek pengadaan beton jalan tol Kanci-Pejagan. Perseroan akan memasok sebanyak 120.000 meter kubik konkrir beton pada proyek tersebut.

BLTA: Cari Pinjaman US$ 344 Juta

BLTA akan mencari pinjaman perbankan senilai US$344 juta tahun depan guna membeli 13 kapal hingga 2011. Selain itu, BLTA meraih pinjaman senilai Rp650-Rp750 miliar guna refinancing, sehingga hutang yang seharusnya jatuh tempo tahun ini diperpanjang menjadi 2013-2014.

BMRI: Pimpin Sindikasi Kredit US$ 490 Juta

BMRI memimpin sindikasi kredit sebesar US$ 490 juta untuk mendanai proyek PT Pupuk Kaltim-5 berkapasitas 2500 MTPD amoniak dan 3500 MTPD urea. Kredit tersebut berjangka waktu maksimal 10 tahun.

LSIP: Bangun Pabrik CPO Lagi

PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) menargetkan membangun pabrik baru tahun depan. Perseroan juga telah mengoperasikan pabrik pengolahan minyak sawit mentah (CPO) di Kalimantan Timur, sejak Juni 2009. Pabrik baru akan berada di Kalimantan dan Sumatra. Penambahan pabrik disesuaikan dengan jumlah produksi. Secara umum, biaya pembangunan pabrik pengolahan CPO menghabiskan investasi Rp90-100 miliar per pabrik. Sedangkan volume produksinya mencapai 10-60 ton per jam.

ADHI: Raih Kontrak Pembangunan Stadion Sepak Bola

ADHI mengantongi proyek pembangunan stadion utama sepak bola di Bandung dengan total nilai Rp495,95 miliar. Di proyek tersebut ADHI bertindak sebagai kontraktor tunggal.

MEDC : Medco,Chubu tetap bernegosiasi mengenai Donggi-Senoro

Medco mengatakan perusahaannya tetap dalam tahap negosiasi dengan Chubu Electric Power Co. dalam hal pasokan LNG Donggi-Senoro. Chubu dan perusahaan pembeli dari Jepang lainnya tetap berniat untuk membeli LNG.

AQUA: Bapepam Proses Delisting AQUA

Bapepam tengah memproses rencana voluntary delisting dan perubahan status AQUA menjadi go private. AQUA masih memproses rencana tersebut melalui pembelian 5,65% saham publik. Hal serupa juga pernah digulirkan AQUA yakni pada 2001 dan 2005 lalu.

MFIN: Perpanjang Utang Rp 350 Miliar

MFIN memperpanjang fasilitas utang senilai Rp 350 miliar yang digunakan untuk modal kerja. Utang tersebut diperoleh dari BII dan BNI, yakni masing-masing Rp 200 miliar dan Rp 150 miliar yang jatuh tempo pada 1 Agustus 2009.

DOID: Saham Dijual Rp.1.500-Rp.1.800

Pemegang saham DOID menawarkan harga saham perusahaan itu kepada manajer investasi di level Rp1.500-Rp.1.800 per saham. Kisaran itu merupakan indikasi harga dari rencana penjualan saham DOID melalui private placement yang dijadwalkan bulan depan. Jumlah saham DOID yang akan dilepas berkisar 24%-25% dari total saham yang ditempatkan atau disetor penuh

(etr/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads