Penjualan ritel di AS tercatat naik 2,7% selama Agustus. Angka itu memberi keyakinan kepada investor bahwa permintaan konsumen AS semakin membaik.
Sementara Produce Price Index juga meningkat, menggambarkan kenaikan konsumsi bahan baku. Saham-saham produsen logam pun langsung menanjak. Saham Alcoa melesta 8,1%, produsen baja AK Steel juga menguat 5,7%, US Steel naik 4,8%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada perdagangan Selasa (15/9/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup naik 56,61 poin (0,59%) ke level 9.683,41. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 3,29 poin (0,31%) ke level 1.052,63 dan Nasdaq naik 10,86 poin (0,52%) ke level 2.102,64.
Komentar dari Gubernur Bank Sentral AS Ben Bernanke bahwa resesi kemungkinan akan berakhir juga memicu penguatan saham-saham. Bernanke dalam pidato peringatan 1 tahun kolapsnya Lehman Brothers menyatakan, resesi kemungkinan berakhir.
Volume perdagangan juga sudah mulai naik, di New York Stock Exchange mencapai 1,5 miliar, di atas rata-rata tahun lalu yang mencapai 1,49 miliar. Di Nasdaq, transaksi mencapai 2,4 miliar, di atas rata-rata tahun lalu yang mencapai 2,28 miliar.
Harga Minyak Naik
Sementara harga minyak mentah dunia naik menyusul positifnya data yang memunculkan harapan pulihnya perekonomian.
Kontrak utama minyak light sweet pengiriman Oktober naik 2,07 dolar menjadi US$ 70,93 per barel. Sementara minyak Brent pengiriman Oktober naik 9 sen menjadi US$ 67,35 per barel.
(qom/qom)











































