Indeks S&P 500 (+0.3%) 1,052.63 dan Dow Jones (+0.6%) 9,683.41. Data dari departemen perdagangan menunjukkan penjualan ritel naik 2.7% sebagaimana program 'Cash for Clunkers' meningkatkan penjualan mobil.
Regional Pagi: Bursa Asia menguat pada awal sesi setelah saham AS ditutup pada level 2009 tertinggi dan Federal Reserve Chairman Ben Bernanke memberi sinyal resesi akan segera berakhir. Bursa Jepang menguat setelah pertumbuhan di penjualan ritel AS dan manufaktur New York yang melebihi estimasi ekonom serta harga komoditas yang meningkat. Sony Corp. (+1.5%). JFE Holdings Inc. (+2.2%) setelah JPMorgan Chase& Co. memberi peringkat 'overweight'. Nippon Mining Holdings Inc. (+1.5%). Nikkei 225 (+0.7%) 10,288.60. KOSPI INDEX (+1.06%) 1,670.99. S&P/ASX 200 INDEX (+1.58%) 4,612.10. STI (+1.22%) 2,670.64.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Crude oil untuk pengiriman Oktober naik menjadi $70.93, Brent crude oil untuk pengiriman Oktober diperdagangkan pada level $67.35 sementara gold untuk pengiriman Desember di level $1,006.3/oz. Natural gas naik dan memperpanjang penguatannya menjadi 38% dari level terendahnya dalam tujuh tahun pada bulan ini akibat spekulasi reboundnya permintaan akan mengurangi surplus dari pembangkit listrik dan bahan bakar industry. Natural gas untuk pengiriman Oktober (+0.7%) $3.32/mbtu.
Analis dari Goldman Sachs memprediksi gas akan naik hingga $6 pada musim dingin dan menjadi $7.5 pada musim panas akibat lambatnya produksi. Crude oil (+1%) $70.2/bbl, Gold (+0.1%) $1.009/oz, CPO (+2.4%) $650MT, Nickel (0.7%) $16.750/MT, Tin (+0.4%) $14.250/MT.
Economic & Industrial News
Economic: Kerugian Negara RP 28,49 triliun
Hasil pemeriksaaan BPK atas pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara pada 1H09 menemukan adanya indikasi penyelewengan akibat ketidakpatuhan pengelolaan keuangan negara Rp 28,49 triliun. Temuan tersebut berasal dari pemeriksaan keuangan, kinerja dan pemeriksaan dengan tujuan tertentu.
Economic: Neraca Pembayaran Bakal Lampaui US$ 10 Miliar
Neraca pembayaran Indonesia (NPI) hingga akhir tahun ini diprediksikan kembali ke level sebelum krisis dengan nilai melampaui US$ 10 miliar, dipicu oleh terus membaiknya sentimen investor asing untuk mengucurkan likuiditas di pasar domestik. Kinerja NPI yang berpotensi surplu tinggi akan banyak dikontribusikan dari sisi neraca modal dan finansial.
Energy : Pemerintah mengizinkan swasta untuk ekspor listrik
Pemerintah sekarang akan mengizinkan pihak swasta untuk berinvestasi dalam produksi dan distribusi listrik untuk diekspor. Monopoli yang selama ini dilakukan PLN telah berakhir minggu lalu ketika peraturan mengenai listrik didesain untuk mengurangi ketergantungan terhadap subsidi pemerintah. Subsidi tahun ini diharapkan hanya menyentuh Rp 47.5 triliun dari sebelumnya Rp 82 triliun.
Corporate news
FREN: Harga Konversi Obligasi Rp50
FREN menetapkan harga konversi obligasi menjadi saham ( debt to equity swap) sebesar Rp50/saham. Selain itu, jadwal buyback obligasi I Mobile-8 Telecom 2007 senilai Rp675 miliar ditargetkan pada 17 September-13 Oktober 2009 dan melalui rights issue seri B kepada pemegang obligasi. Namun rencana tersebut masih menunggu RUPSLB pada 30 Okto09.
SULI: Diakuisisi Tjiwi Kimia 60% Saham
PT Tjiwi Kimia segera mengakuisisi 60% saham SULI jika mendapat persetujuan dari Dept. Kehutanan dan RUPS SULI.
AALI: Penjualan CPO 8M09 Naik 9% yoy
Volume penjualan CPO AALI pada 9M09 naik 9% yoy dari 637.539 jadi 694.776 ton yang diserap pasar domestik 88,6%atau 615.401 ton l dan sisanya 79.375 ton (11,4%) untuk ekspor. Kenaikan volume penjualan dipicu oleh membaiknya produksi CPO perseroan. Namun, harga jual rata-rata CPO turun 22,9% yoy jadi Rp 6.324/kg sedangkan harga jual rata-rata kernel juga turun 40,1% dari Rp 4.333/kg jadi Rp 2.595/kg.
INDF: Akan Ekspansi ke Negara Kawasan
INDF berencana ekspansi ke negara kawasan pasca mengkonsolidasi unit usahanya ke dalam empat kelompok usaha. Selanjutnya, perseroan memprediksi volume penjualan mi FY09 naik 4-5% yoy jadi 11-12 miliar bungkus sedangkan penjualan terigu naik 5-6% yoy sebanyak 2 juta ton dan CPO ditargetkan 730.000 ton.
SMGR: Penjualan Agustus Naik 19,6% yoy
Penjualan SMGR pada Agustus09 naik 19,6% yoy jadi 1,63 juta ton. Sedangkan penjualan 8M09 naik 1,1% yoy jadi 11,23 juta ton. Penyumbang terbesar volume penjualan Grup Semen Gresik yakni SMGR sebanyak 827.468 ton (50,85%), PT Semen Padang 467.120 ton (28,71%) dan PT Semen Tonasa 332.581 ton (20,44%). Namun, pertumbuhan penjualan Semen Tonasa paling tinggi di Grup Semen Gresik pada Agustus melonjak 102,2%. Sedangkan SMGR naik 9,4% dan penjualan Semen Padang naik 6,3%.
KREN: 2010, Terbitkan Obligasi Rp200 M
2010, KREN berencana menerbitkan obligasi senilai Rp200 miliar atau pasca dirampungkannya rights issue tahun ini yang senilai Rp200-300 miliar.
BBKP: Jajaki Subdebt Rp 1 Triliun
BBKP jajaki penerbitan subdebt sekitar Rp 500 miliar hingga Rp 1 triliun menyusul belum lancarnya rencana rights issue yang dijadwalkan tahun ini. Penguatan modal diperlukan guna mendukung ekspansi ke depan. Saat ini CAR BBKP sebesar 12%.
ADHI: Incar Proyek Chevron US$ 500 Juta
ADHI mengincar proyek di kawasan Chevron Pacific Indonesia di Riau dengan nilai mencapai US$ 500 juta (Rp 5 triliun). Proyek tersebut meliputi pembangunan jalan, jembatan, serta proyek konstruksi lain. ADHI menjadi salah satu kontraktor yang mengikuti tender empat paket proyek Chevron dengan masa pengerjaan empat tahun.
SDRA: Rights Issue Buat Kredit
Tahun ini, Bank Himpunan Saudara 1906 (SDRA) terus mempersiapkan rencana rights issue. Dana hasil rights issue tersebut akan digunakan untuk melakukan ekspansi kredit tahun 2010. Perusahaan akan meningkatkan kredit hingga 30% dibandingkan 2008.
SMGR: Investasi Semen Padang US$ 350 Juta
SMGR akan membangun kawasan pabrik Semen Padang senilai US$ 350 juta dengan 30% berasal dari ekuitas dan sisanya berdasarkan utang, baik pinjaman perbankan maupun obligasi. Pembangunan Semen Padang dimulai 2011 mendatang.
(etr/qom)











































