Unggul Indah Cahaya Incar Pertumbuhan 10%

Unggul Indah Cahaya Incar Pertumbuhan 10%

- detikFinance
Rabu, 16 Sep 2009 09:24 WIB
Unggul Indah Cahaya Incar Pertumbuhan 10%
Jakarta - PT Unggul Indah Cahaya Tbk (UNIC) optimistis bisa memenuhi target pertumbuhan penjualan antara 5-10% dari tahun sebelumnya. Harga jual Alkylbenzene (AB) yang mulai membaik diharapkan bisa menjadi pemicu utamanya.

"Setiap tahun selalu ada pertumbuhan. Untuk 2009, ini kemungkinan pertumbuhan penjualan 5 hingga 10%," ujar Presiden Direktur UNIC, Yani Alifen di gedung Bursa Efek Indonesia, SCBD, Jakarta, Selasa (15/9/2009) malam.

Yani mengatakan, pertumbuhan yang terjadi akan mengikuti pertumbuhan pada industri hilir, yang akan berada pada kisaran nilai tersebut. Meningkatnya harga minyak mentah dunia juga diharapkan bisa memicu kenaikan harga pada produk utama perseroan yaitu Alkylbenzene (AB).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita ikuti market. Di Indonesia, market berada di kisaran 5 hingga 10%," ujar Yani.

Pada semester I-2009, Yani mengakui kalau masih ada sejumlah tekanan pada kinerja perseroan. Penjualan UNIC di semester I-2009 turun 33% menjadi US$ 133,9 juta dari sebelumnya US$ 200,4 juta.

Penurunan tersebut, ujar Yani, disebabkan anjloknya harga jual AB pada triwulan I-2009. Namun pada triwulan II-2009, harga kembali membaik.

Untuk volume penjualan selama semester I-2009 mengalami peningkatan 17% menjadi 81.637 metrix ton (mt) dari semester I-2008 sebesar 69.874 mt. Dari segi pemasaran, perseroan juga terus meningkatkan pasar mereka. UNIC menguasai hampir seluruh pangsa pasar dalam negeri, serta beberapa diantaranya di lempar ke pasar mancanegara.

"Untuk ekspor nilainya tidak signifikan," terang Yani.

Untuk mancanegara, perseroan memiliki investasi di beberapa anak usaha di bebera negara, antara lain : Vietnam, Singapura, Australia, China dan Selandia Baru. Perseroan, menurut Yani, masih mempertahankan investasi lama di luar negeri. Belum adanya kelebihan permintaan, membuat perseroan masih belum melakukan investasi baru di luar negeri.

Sementara untuk dalam negeri, perseroan juga mengembangkan investasi pada sektor properti, melalui anak usaha PT Wiranusa Grahatama (WG). Saat ini, WG tengah mengembangkan komplek gedung apartemen di kawasan Gatot Subroto, yaitu Pearl Garden Resort.

"Kita masih memiliki lahan yang cukup luas di kawasan Gatot Subroto, sehingga kita kembangkan untuk properti. Tidak mungkin kan, kalau kita bikin pabrik disitu," tandasnya.

Perseroan juga telah menyelesaikan kewajiban berupa utang Obligasi sebesar Rp 448 miliar pada Oktober 2008. Pelunasan dilakukan dengan menggunakan fasilitas pinjaman Club Deal Facility Agreement senilai US$ 55 juta dari Rabo Bank, Bank Central Asia, Bank Ekonomi Raharja dan Standard Chartered Bank. Fasilitas tersebut memiliki jangka waktu lima tahun.

"Kedepan kami belum memikirkan untuk menerbitkan obligasi baru atau pun rencana right issue. Kita masih memiliki kas yang cukup," pungkas Yani.

Total ekuitas perseroan hingga Juni 2009 adalah sebesar US$ 124,2 juta dengan saldo ditahan US$ 51,9 juta.


(dro/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads