Dana hasil rights issue akan digunakan untuk memperkuat struktur pemodalan dan membuka cabang baru di beberapa kota besar di Indonesia.
Β
"Dana hasil right issue akan dialokasikan untuk ekspansi usaha Kresna, paling lambat 'right issue' dilaksanakan Januari 2010," kata Direktur Utama KREN, Michael Steven usai acara buka puasa di gedung Bursa Efek Indonesia, SCBD, Jakarta, Selasa (15/9/2009) malam.
Ia menambahkan, upaya pembukaan cabang baru dan pengembangann sistem transaksi online (online trading) itu dinilai efektif karena dapat menambah nilai investasi dan menjangkau nasabah hingga ke pelosok Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Target online trading, lanjut dia, dapat mencapai 3-5 ribu nasabah. Michael optimistis ekspansi usaha yang dilakukan berprospek bagi perkembangan bisnisnya. Selain rights issue, KREN juga berniat menerbitkan obligasi senilai Rp 200 miliar.
"Jadi dana eksternal gabungan 'right issue' dan obligasi mencapai hingga Rp 500 miliar," ujarnya.
Sementara itu perusahaan yang akan menawarkan saham perdananya (initial public offering/IPO) yang ditangani perseroan saat ini ada 3 perusahaan yakni Bank Ina, sebuah perusahaan properti dan sebuah perusahaan "edutainment".
"Total dana go public yang akan diraih ketiga perusahaan tersebut sekitar Rp 500 miliar," kata Michael tanpa menjelaskan lebih lanjut soal rencana IPO 3 perusahaan tersebut.
(dro/qom)










































