Hal itu merupakan jaminan yang diberikan Kementerian BUMN kepada BI agar konversi utang Garuda menjadi saham pada PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dapat direalisasikan.
"Pertengahan tahun depan harus IPO. Itu meyakinkan BI kalau Mandiri hanya sementara punya saham di Garuda," ujar Sofyan di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (16/9/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Sofyan, saat ini pihaknya masih menunggu restu dari BI mengenai konversi saham tersebut. Namun, secara prinsip BI sudah setuju.
"Prinsipnya sudah OK, sekarang tinggal approval dari BI saja," ungkapnya.
Garuda memiliki utang sekitar Rp 1 triliun berbentuk MCB kepada Bank Mandiri. Keduanya sepakat untuk mengkonversi utang tersebut menjadi kepemilikan saham.
Namun, utang yang akan dikonversi tersebut tidak seluruhnya. Sebagian akan dilunasi langsung oleh BUMN penerbangan tersebut.
(ang/dro)











































