Saham-saham pertambangan lainnya juga bergerak menguat mengikuti kenaikan harga-harga komoditas akibat melemahnya dolar AS.
Pada perdagangan Rabu (16/7/2009), IHSG ditutup menguat hingga 19,248 poin (0,80%) ke level 2.439,357. Indeks LQ 45 juga naik 4,167 poin (0,88%) ke level 476,699.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Indeks Komposit Shanghai melemah 34,02 poin (1,12%) ke level 2.999,71.
- Indeks Hang Seng naik 536,55 poin (2,57%) ke level 21.402,92.
- Indeks KOSPI naik 29,92 poin (1,81%) ke level 1,683,33.
- Indeks S&P/ASX naik 110,1 poin (2,42%) ke level 4.650,4.
- Indeks Nikkei-225 naik 53,15 poin (0,52%) ke level 10.270,77.
Perdagangan berjalan masih ramai, dengan frekuensi transaksi sebanyak 97.221 kali pada volume 4.437 juta lembar saham senilai Rp 4,353 triliun. Sebanyak 123 saham naik, 61 saham turun dan 77 saham stagnan.
Saham BUMI masih ramai diperdagangkan dengan nilai perdagangan mencapai Rp 1 triliun. Saham BUMI tercatat naik Rp 100 menjadi Rp 3.325.
Saham-saham lain yang naik harganya di top gainer antara lain Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 500 emnjadi Rp 24.800, United Tractor (UNTR) naik Rp 550 menjadi Rp 14.500, BRI (BBRI) naik Rp 250 menjadi Rp 7.700, Aneka Tambang (ANTM) naik Rp 125 menjadi Rp 2.600, Medco Energy (MEDC) naik Rp 125 menjadi Rp 3.000, Indofood (INDF) naik Rp 100 menjadi Rp 2.750.
Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Astra International (ASII) turun Rp 950 menjadi Rp 32.900, Telkom (TLKM) turun Rp 50 menjadi Rp 8.350, Bank Danamon (BDMN) turun Rp 25 menjadi Rp 4.475, Semen Gresik (SMGR) turun Rp 150 menjadi Rp 6.400.
(qom/qom)











































