IHSG Rawan Profit Taking

IHSG Rawan Profit Taking

- detikFinance
Kamis, 17 Sep 2009 08:14 WIB
IHSG Rawan Profit Taking
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin tercatat menguat tajam di tengah kenaikan saham-saham komoditas. Penguatan nilai tukar rupiah yang cukup signifikan setelah Moody's menaikkan peringkat utang Indonesia membuat saham-saham makin atraktif.

Pada perdagangan Rabu (16/7/2009), IHSG ditutup menguat hingga 19,248 poin (0,80%) ke level 2.439,357. Sementara rupiah menguat tajam ke 9.705 per dolar AS.

Untuk perdagangan Kamis (17/9/2009) ini, posisi IHSG sudah cukup rawan, apalagi merupakan hari terakhir sebelum libur panjang lebaran. Investor akan memanfaatkannya untuk melakukan profit taking .

Investor masih akan fokus pada saham-saham komoditas, disamping terus mencermati gerak rupiah yang kini berada dalam tren menguat.

Namun bursa Wall Street pada penutupannya terus mengalami peningkatan dalam tigas hari berturut-turut di tengah munculnya optimisme ekonomi. Indeks Dow Jones (DJI) mengalami kenaikan 108,3 poin atau 16,13% ke posisi 1.068,76. Bursa Jepang juga dibuka langsung menguat. Indeks Nikkei-225 tercatat menguat 142.44 poin (1.39%) ke level 10,413.21 di awal pembukaan.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Optima Sekuritas :

Meskipun sebentar lagi akan libur panjang, dengan terdepresiasinya US dollar membuat IHSG naik 18 poin ke level 2.439. Faktor lain yakni capital inflow dan kenaikan di sektor pertambangan dan perdagangan di atas 2% turut menjadi penopang indeks. Selanjutnya indeks masih bisa menguat dengan kisaran 2.420-2.450.

Panin Sekuritas :

Menjelang libur lebaran IHSG kemarin masih dapat menguat signifikan didukung oleh naiknya harga saham pertambangan. Disisi lain beberapa saham unggulan seperti ASII, TLKM mulai mengalami profit taking. Selain menguatnya harga komoditas, kami melihat penguatan nilai tukar rupiah juga menjadi sentimen positif tersendiri bagi indeks.

Di tengah ancaman profit taking sehubungan dengan libur panjang lebaran, hari ini kami melihat saham sektor pertambangan dan beberapa saham perbankan (selective buy ) masih berpeluang untuk menguat. Perdagangan diprediksi juga akan relatif sepi. Indeks kami perkirakan akan bergerak mixed dengan kisaran support-resistance 2.431-2.447. (dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads