Demikian dikatakan oleh Kepala Ekonom PT Bank Mandiri Tbk, Mirza Adityaswara dalam acara buka puasa bersama direksi PT Bank Mandiri di Hotel Shangrila, Jakarta, Rabu malam (17/09/2009).
"Penguatan rupiah kali ini sangat dipengaruhi oleh rating yang dikeluarkan oleh Moody's. Namun ini bukan hanya euforia semata, tren penguatan ini masih akan berlanjut," ujar Mirza.
Dikatakannya, memang saat ini nilai tukar mata uang dollar AS terus melemah terhadap mata uang lain tidak hanya rupiah. "Yang kedua yakni karena adanya ekspektasi positif terhadap kebijakan politik pemerintahan baru," kata Mirza.
Kebijakan politik, lanjutnya, seperti pembentukan kabinet baru yang disusun Presiden terpilih akan menimbulkan kepercayaan di mata masyarakat dan dunia.
"Sehingga masyarakat dan negara-negara lain akan semakin yakin terhadap pemerintahan Indonesia dan ini merupakan sebuah ekspektasi postif, rupiah masih akan terus menguat sampai Rp 9.500/US$," paparnya.
Mirza menambahkan, penguatan itu puncaknya akan terjadi pada bulan Oktober 2009 sampai dengan Desember 2009. "Biasanyakan capital inflow akan masuk pada bulan tersebut, ini akan menyebabkan penguatan terhadapi nilai tukar rupiah," tambah Mirza.
Pada penutupan kemarin, nilai tukar rupiah makin berjaya dan menembus level tertingginya sejak Oktober 2008. Rupiah ditutup menguat ke 9.705 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.895 per dolar AS. Ini adalah posisi terkuat rupiah sejak Oktober 2008.
(dru/dnl)











































