Market Flash eTrading

Market Flash eTrading

- detikFinance
Kamis, 17 Sep 2009 09:56 WIB
Market Flash eTrading
Jakarta - Dow Jones: Bursa US terus menguat dan berdampak pada MSCI World Index yang menyentuh level tertingginya dalam satu tahun, sementara harga komoditas naik di tengah spekulasi tumbuhnya perekonomian. Emas naik ke level tertingginya setelah dolar melemah terhadap euro. Indeks S&P 500 (+1.5%) 1,068.76 dan Dow Jones (+1.1%) 9,791.71 sementara dolar diperdagangkan pada level $1.4729 per euro.

General Electric Co. melonjak 6.3% dan Alcoa Inc. naik 3.4% setelah The Fed mengatakan produksi industry meningkat melebihi perkiraan. New York Times Co. dan Gannet Co. naik lebih dari 10% setelah sebuah perusahaan riset pasar mengatakan perusahaan media akan meningkatkan pengeluaran iklannya. American Express Co. rally 3.4% setelah Sandler O’Neil & Partners LP menaikkan peringkat sahamnya.

Regional Pagi: Bursa Asia melanjutkan penguatan dengan saham Korea Selatan dan Australia menguat kembali dari level tertinggi 2009 pada penutupan sebelumnya, menyusul penguatan dari Wall Street. Bursa Jepang menguat setelah harga komoditas melonjak di tengah spekulasi ekonomi global akan segera tumbuh kembali.

Japan Petroleum Exploration Co. (+1.5%). Mizuho Financial Group Inc. (+1%) menyusul penguatan saham finansiall AS. Sony Corp. (+2.8%) setelah Mitsubishi UFJ Securities Co. meningkatkan peringkat Sony ke level β€œstrong outperform”. JFE Holdings menguat di Jepang seiring laporan mengenai operasi unit JFE akan segera dibuka kembali pada Oktober. NIKKEI 225 (+1.02%) 10,375.74. KOSPI INDEX (+1.03%) 1,700.75 S&P/ASX 200 INDEX (+1.22%) 4,707.30. STI (+0.84%) 2,696.94.

Commodity: Crude oil futures naik di atas level $72 per barel setelah departemen energy US melaporkan persediaan turun ke level terendahnya sejak Januari. Persediaan turun 4.73 juta barel menjadi 332.8 juta, sementara persediaan gasoline dan bahan bakar terdistilasi naik. Crude oil untuk pengiriman Oktober (+2.2%) $72.51 per barel. Gasoline mengalami kenaikkan tertingginya dalam tujuh minggu sebagaimana meningkatnya hasil produksi yang melebihi estimasi semula pada bulan Agustus dan dolar melemah. Komoditas berjangka mengalami kenaikan setelah The Fed melaporkan produksi industry US naik 0.8% dari bulan lalu. Gasoline untuk pengiriman Oktober (+3.3%) menjadi $1.48483 per gallon. Crude oil (-0.2%) $72.4/bbl, Gold (-0.1%) $1.016/oz, CPO (+3.9%) $675/MT, Nickel (+3.3%) $17.300/MT, Tin (+2.8%) $14.650/MT.

Economic & Industrial News

Energy : Peraturan Baru Memberi Kelonggaran untuk Ekspor Gas
Pemerintah telah mengeluarkan peraturan baru untuk ekspor gas yang memberikan kelonggaran untuk produsen gas untuk menghindari kewajiban hukum yang mengharuskan 25% gas untuk konsumen domestik.

Peraturan PP No. 55/2009 pasal 49 point 5 menyebutkan, bila produsen gagal untuk mencapai kesepakatan dengan pembeli domestik, perusahaan dapat menjual gas ke pasar internasional dengan persetujuan menteri sumber daya dan energi.

Cement: Penjualan Semen Agustus Meningkat 7,5% yoy
Realisasi penjualan semen pada Agustus 2009 meningkat 7,5% yoy menjadi 3,565 juta ton dari 3,317 juta ton. Ini merupakan penjualan tertinggi sepanjang tahun ini. Hal ini disebabkan oleh pemangkasan suku bunga acuan hingga 6,5% sehingga mendorong pengembang mengerjakan sejumlah property dan permintaan semen mulai naik sejak Juli.

Corporate news

SQBI: Diakuisisi Taisho, Akan Tender Offer
Taisho Pharmaceutical Co Ltd, perusahaan farmasi asal Jepang akan mengakuisisi 10.032.250 atau 97,97% saham SQBI senilai US$ 150 juta ( Rp 1,5 triliun ) atau Rp 149.517,81/saham, premium 171,84% dari harga pasar tersebut. Selain itu, Taisho juga akan membayar US$ 160 juta guna membeli merek dagang perseroan sehingga totalnya mencapai US$310 juta. Transaksi tersebut akan mewajibkan Taisho melaksanakan tender offer saham SQBI.

INDY: Kantongi Kontrak Penjualan 80% Batubara, Bantah Akan Akuisisi Maruwai
INDY telah mengantongi kesepakatan penjualan 19,2 juta ton batubara atau 80% dari target produksi batubara FY09 yakni 24 juta ton. Sementara itu, perseroan membantah kabar bahwa perseroan berencana mengakuisisi tambang batubara Maruwai , Kalteng karena hingga saat ini manjemen belum melakukan pembicaraan terkait akuisisi tersebut.

TKIM: Akuisisi SULI, Siapkan 720 Juta
Guna mengakuisisi 60% saham anak usaha SULI yakni PT Sumalindo Hutani Jaya, TKIM menyiapkan dana sebesar US$72.000 atau Rp720 juta. Hingga saat ini, SULI masih menunggu persetujuan menteri kehutanan dan RUPS.

INDY: Laba Bersih 1H09 Terpangkas 25,3% Yoy
Laba bersih INDY 1H09 turun 25,3% yoy dari Rp483,26 miliar jadi Rp360,56 miliar, seiring pendapatannya turun 37,2% yoy dari Rp1,3 triliun jadi Rp815,17 miliar. Selain itu, mencatat kerugian kurs sebesar Rp222,44 miliar, beban usaha Rp40,23 miliar dan beban bunga Rp126,21 miliar. Pendapatan kontrak 1H09 anjlok 60% yoy dari Rp1,18 triliun jadi Rp475,29 miliar, sedangkan penjualan batubaranya naik 76,79% yoy jadi Rp199,88 miliar dan penjualan jasa melonjak jadi Rp139,99 miliar dari Rp830,55 juta.
Β 
BYAN: Tunjuk Standchart Fasilitasi Proyek US$150 Juta
BYAN menunjuk Standard Chartered Bank (Standchart) sebagai penasihat keuangan guna memfasilitasi pendanaan proyek melalui anak usahanya PT Kaltim Supacoal senilai US$150 juta. Perseroan menargetkan perolehan fasilitas pada akhir 1Q-2010. Sementara itu, proyek tersebut akan menambah kapasitas produksi perseroan jadi 15 juta ton/tahun.

DGIK: Tuntaskan Proyek Rp264 Miliar
DGIK menuntaskan dua proyek senilai Rp264 miliar meliputi pembangunan gedung Cyber Rp190 miliar dan gedung kantor upati Halmahera Rp74 miliar. Hingga September, perseroan sudah merampungkan 7 proyek dari 41 proyek yang tengah dikerjakan tahun ini.

SDRA: Targetkan Kredit Rp 1,7 Triliun
Bank Saudara menargetkan penyaluran kredit Rp 1,7 triliun hingga akhir tahun. Kemungkinan target tersebut akan tercapai mengingat total kredit per Juni telah mencapai Rp1,6 triliun. Pada 1H09, CAR perusahaan juga masih stabil yakni 13% dan NPL sebesar 1,6%.

IPO: Garuda Paling Lambat IPO Juni
IPO PT Garuda Indonesia paling lambat Juni 2010 seiring salah satu syarat penyelesaian utang kepada BMRI. Pasalnya, Garuda kemungkinan akan membayar langsung sebagian kecil utangnya dan sisanya akan dikonversi jadi saham di Garuda melaui IPO Garuda.

(etr/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads