Menurut Direktur Utama Danareksa Edgar Eka Putra, seiring dengan mulai pulihnya ekonomi dunia di tahun 2010, akan banyak instrumen investasi yang meluncur dan menjaring banyak nasabah ritel.
"Sekarang ini nasabah ritel masih 22.000, nanti di tahun 2010 diperkirakan bisa naik sekitar 20 persen," ujarnya usai buka puasa bersama di Bebek Bengil, Jalan Agus Salim, Jakarta, Rabu (16/9/2009) malam.
Ia mengatakan, salah satu faktor pendukung tingginya nasabah retail adalah banyak surat utang dan perusahaan yang masuk bursa melalui penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) di tahun depan.
"Kita sengaja banyak tawarkan ke retail. Kalau institusi itu investasi lagi jelek mereka suka ikut-ikutan. Kalau retail kan tidak," ungkapnya.
Ia menambahkan, perseroan juga akan mengubah basis nasabah yang selama ini 70 persen institusi dan sisanya 30 persen retail menjadi 50-50 persen atau seimbang.
Menurutnya, di tahun 2010 nanti akan banyak perusahaan asing yang bakal melakukan investasi di dalam negeri, salah satunya dari Singapura.
Kondisi yang membaik seperti ini ia perkirakan akan berjalan terus hingga jangka waktu 5-6 tahun ke depan. "Tapi pertumbuhannya jangan terlalu cepat supaya tidak menimbulkan inflasi," ucapnya.
(ang/dnl)











































