Demikian hal itu dikemukakan oleh Kepala Ekonom Danareksa Purbaya Yudhi Sadewa usai buka puasa bersama di Bebek Bengil, Jalan Agus Salim, Jakarta, Rabu (16/9/2009) malam.
"Kalau tahun lalu kan jelas usai lebaran indeks (IHSG) langsung ngedrop. Kalau tahun ini justru bakal naik ke 2.500-an," ungkapnya.
Menurutnya, kenaikan tersebut masih dipicu oleh membaiknya kondisi perekonomian global yang berangsur membaik. Selain itu didukung juga prediksi pertumbuhan ekonomi dunia oleh Bank Dunia dan IMF yang di atas 4 persen.
"Masih banyak sentimen positif lain. Walaupun kenaikannya mungkin tidak akan terlalu banyak," katanya.
Ia mengatakan, walaupun pada akhirnya terjadi penurunan indeks, maka itulah saat yang tepat untuk mengoleksi saham pilihan. Pasalnya, ia meramal penurunan tersebut hanya sementara dan masih banyak potensi untuk naik kembali.
Ia menambahkan, saham-saham yang masih akan loyo di akhir lebaran antara lain sektor industri infrastruktur dan pertambangan.
Sementara itu, mengenai nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, ia memperkirakan hingga akhir tahun masih akan berada di bawah Rp 10.000 per US$. Hal itu akan terus berlanjut ke tahun 2010, di mana ia meramal akan berada di kisaran Rp 9.500-9.800 per US$.
Sedangkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini diperkirakan sebesar 4,7 persen, angka itu kembali naik di tahun depan menjadi 6 persen. "Kondisi perekonomian global akan semakin bagus di tahun 2010," ujarnya.
Pada perdagangan hari ini, IHSG mencatat penguatan sebesar 31 poin (1,27%) ke level 2470,375 mengikuti penguatan yang terjadi pada indeks bursa regional dan juga Wall Street.
Hingga pukul 10.30 WIB, nilai total perdagangan saham di lantai bursa mencapai Rp 1,443 triliun dengan volume saham yang diperdagangkan sebanyak 2123,6 miliar lembar saham, frekuensi transaksi perdagangan sebanyak 33.816.
(ang/dnl)











































