"Ya itu, kalau gembong terorisnya sudah tewas, berarti bisa berpengaruh banyak. Gembongnya memang cuma 1, tapi itukan gembongnya," ujar Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Darmin Nasution di gedung DPR RI, Kamis (17/9/2009) malam.
Jawaban tersebut dilontarkan Darmin ketika ditanya soal pengaruh tewasnya Noordin pada sentimen pergerakan rupiah. Menurut Darmin, tewasnya Noordin sebagai gembong utama terorisme di Indonesia tentu bisa berpengaruh banyak dan memberi sentimen positif pada pergerakan rupiah selama pekan mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada awal pekan ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup pada level Rp 9.960. Usai Moody's mengumumkan kenaikan peringkat tersebut, rupiah melesat naik ke level Rp 9.775 pada akhir perdagangan Rabu (16/9/2009).
Pada perdagangan Kamis (17/9/2009), rupiah bahkan sempat menembus level Rp 9.642 di tengah perdagangan. Level tersebut merupakan level tertinggi rupiah sejak tahun 2008. Namun di akhir perdagangan rupiah ditutup di level Rp 9.712,5.
"Soal Moody's kemarin, lembaga pemeringkat itu kan memperbaiki rating kita setelah mempertimbangkan berbagai aspek perekonomian tentunya. Secara umum kita bisa mengatakan, investasinya, pertumbuhan ekonomi, utang-utangnya bagaimana kalau rating utang dinaikkan berarti semua itu membaik," ujar Darmin.
Hal itu, lanjut Darmin, tentu saja akan memberikan sentimen positif yang cukup besar terhadap level pergerakan rupiah. "Khususnya pada mitra-mitra pemberi utang Indonesia. Tentu ada pandangan yang lebih baik kepada investor maupun kreditur ke depannya. IHSG membaik, kurs membaik. Ini berita baik," ujarnya.
(dro/dnl)











































