Tewasnya Noordin M Top Bakal Beri Sentimen Positif ke Rupiah

Tewasnya Noordin M Top Bakal Beri Sentimen Positif ke Rupiah

- detikFinance
Jumat, 18 Sep 2009 11:13 WIB
Tewasnya Noordin M Top Bakal Beri Sentimen Positif ke Rupiah
Jakarta - Tewasnya gembong teroris serentetan aksi pemboman Noordin M Top diperkirakan bakal memberikan sentimen positif pada nilai tukar rupiah. Apalagi hal itu terjadi bersamaan dengan dinaikkannya rating utang pemerintah Indonesia oleh Moody's Investor Service.

"Ya itu, kalau gembong terorisnya sudah tewas, berarti bisa berpengaruh banyak. Gembongnya memang cuma 1, tapi itukan gembongnya," ujar Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Darmin Nasution di gedung DPR RI, Kamis (17/9/2009) malam.

Jawaban tersebut dilontarkan Darmin ketika ditanya soal pengaruh tewasnya Noordin pada sentimen pergerakan rupiah. Menurut Darmin, tewasnya Noordin sebagai gembong utama terorisme di Indonesia tentu bisa berpengaruh banyak dan memberi sentimen positif pada pergerakan rupiah selama pekan mendatang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apalagi, tewasnya Noordin terjadi selang satu hari setelah lembaga pemeringkat internasional Moody's Investor Service menaikkan peringkat utang luar negeri pemerintah Indonesia dari Ba3 menjadi Ba2. Moody's mempublikasikan kenaikan peringkat tersebut pada Rabu (16/9/2009).

Pada awal pekan ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup pada level Rp 9.960. Usai Moody's mengumumkan kenaikan peringkat tersebut, rupiah melesat naik ke level Rp 9.775 pada akhir perdagangan Rabu (16/9/2009).

Pada perdagangan Kamis (17/9/2009), rupiah bahkan sempat menembus level Rp 9.642 di tengah perdagangan. Level tersebut merupakan level tertinggi rupiah sejak tahun 2008. Namun di akhir perdagangan rupiah ditutup di level Rp 9.712,5.

"Soal Moody's kemarin, lembaga pemeringkat itu kan memperbaiki rating kita setelah mempertimbangkan berbagai aspek perekonomian tentunya. Secara umum kita bisa mengatakan, investasinya, pertumbuhan ekonomi, utang-utangnya bagaimana kalau rating utang dinaikkan berarti semua itu membaik," ujar Darmin.

Hal itu, lanjut Darmin, tentu saja akan memberikan sentimen positif yang cukup besar terhadap level pergerakan rupiah. "Khususnya pada mitra-mitra pemberi utang Indonesia. Tentu ada pandangan yang lebih baik kepada investor maupun kreditur ke depannya. IHSG membaik, kurs membaik. Ini berita baik," ujarnya.

(dro/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads