Demikian disampaikan oleh S&P dalam siaran pers yang diterima detikFinance , Sabtu (19/9/2009).
Perusahaan perkebunan ini turun peringkat dari B ke B minus dan di saat yang sama, S&P juga menurunkan peringkat atas obligasi berjangka 2011, menjadi B minus, yang sebelumnya B. Obligasi ini diterbitkan oleh BSP Finance dan dijamin oleh UNSP.
Penurunan peringkat ini didasarkan atas likuiditas dari anak perusahaan UNSP, seperti Agri Internasional (CCC+/Negative/--). Turunnya peringkat mengakibatkan posisi UNSP lemah di pasar bursa, dalam hal kinerja kredit mereka.
"Kami telah antisipasi sumber dana Agri Internasional yang rendah akibat turunnya volume produksi dan operasi. Hal ini mengakibatkan tertekannya likuiditas perusahaan karena kas yang berbatas dan beban hutang yang terus bertambah," ujar Analis Kredit S&P Yasmin Wirjawan.
UNSP tidak menggabungkan Agri International pada laporan keuangan mereka, karena kepemilikan saham UNSP yang 51% bersifat langsung dan tidak langsung.
Namun S&P memandang bahwa penggabungan dengan Agri justru akan meningkatkan aset, menambah tingkat utang mereka, hingga kontrol dan komitmen manajemen terkendali.
Peringkat juga menggambarkan lemahnya arus kas, eksposur produksi CPO, dan harga karet, terkait dengan program ekspansi UNSP. CPO dan harga karet masih mengikuti tingkat volatilitas, hingga tidak bisa memprediksikan pendapatan dan aliran kas.
Risiko ini harus diimbangi dengan stabilnya permintaan CPO, dan berlanjut pada beberapa waktu ke depan. Hal ini membawa dampak positif bagi UNSP karena perusahaan dianggap punya kinerja dan manajemen yang bagus di usaha perkebunan.
"Peringkat yang negatif dari UNSP mencerminkan harapan kami akan Agri Internasional untuk memperbaiki keterbatasan kas internal di tahun depan," ujar Wirjawan.
Menurut Wirjawan, peringkat UNSP bisa turun lagi jika aliran kas Agri Internasional makin memburuk, termasuk EBITDA yang turun level 1 peringkat.
Atau jika hasil produksi Agri Internasional tidak dapat memperbaiki kinerja perusahaan. Hal ini makin melemahkan likuiditas UNSP secara keseluruhan.
"Prediksi ini dapat berubah menjadi stabil jika EBITDA dapat ditingkatkan secara berkelanjutan.Kami percaya peringkat akan lebih baik ke depannya, untuk meningkatkan likuiditas guna mempertahankan penambahan modal dan obligasi keuangan,"kata Wirjawan.
(dnl/dnl)











































