"Akan ada pelaku investor yang memanfaatkan market dengan take profit pada sesi II hari ini," ujar analis PT Kapita Sekurindo, Hariyajid Ramelan saat dihubungi detikFinance, Kamis (24/9/2009).
Pada perdagangan sesi I hari ini, IHSG ditutup di level 2.476,785 naik 19,799 poin (0,80%). Motor utama kenaikan IHSG hari ini disumbangkan dari kenaikan indeks saham-saham infrastruktur menjadi 703,773 naik 13,643 poin (1,97%) serta kenaikan saham-saham tambang menjadi 2.278,916 naik 11,313 poin (0,49%).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebanyak 80 saham naik, 76 turun serta 61 saham stagnan. Transaksi sesi I dilakukan sebanyak 38.775 kali.
Menurut Hariyajid, tren kenaikan pada perdagangan perdana pasca libur lebaran merupakan signal positif dari pasar.Β Padahal, harga minyak mengalami tren penurunan.
"Kenaikan IHSG merupakan hal yang menggembirakan. Ternyata turunnya harga minyak dunia tidak membawa pengaruh yang berarti. Harusnya jika minyak dunia turun, harga saham akan melemah. Buktinya tidak terjadi, justru menguat," katanya.
Namun ia memperkirakan, aksi profit taking bisa menekan laju kenaikan IHSG pada perdagangan selanjutnya. Hingga saat ini, IHSG berada di posisi 2.475,29, baik 18,31 poin (0,75%), sedikit menurun ketimbang penutupan sesi I.
Hariyajid memperkirakan, kenaikan akan terus terjadi pada saham-saham yang terapresiasi di sesi I. Tercatat ada beberapa saham yang naik signifikan pada sesi I, diantaranya saham INTP naik Rp 900 (8,69%) ke Rp 11.250, TLKM naik Rp 300 (3,57%) ke Rp 8.700, BBCA naik Rp 200 (4,32%) ke Rp 4.825, AALI naik Rp 200 (0,95%) ke Rp 21.150, UNTR naik Rp 150 (1,02%) ke Rp 14.800.
Faktor lainnya yang juga mendorong penguatan IHSG adalah peningkatan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah yang saat ini berada di level Rp 9.625.
(dro/dro)










































