Demikian disampaikan Direktur Utama PT Schroder Invesment Management Indonesia Michael Tjoajadi, di gedung BEI Kamis (24/9/2009).
Michael menambahkan, saat ini dana kelolaan milik Schroder sampai September 2009 ini berjumlah Rp 32 triliun. Total dana kelolaan ini terbagi menjadi dua yaitu Rp 20,4 triliun berupa reksadana dan sisanya berupa discreationary fund.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Michael, pertumbuhan reksadana harus beriringan dengan pasar modal yang berangsur membaik. "Reksadana sangat bergantung pada pasar modal. Bila pasar modal pulih maka reksadana akan tumbuh," ujar Michael.
Selain membaiknya pasar modal, pertumbuhan reksadana juga tergantung pada supply asetnya.Β Apabila jumlah investor yang masuk ke dana kelolaan reksadana besar, sedangkan jumlah supply asetnya sedikit maka bisa menjadi masalah.
"Bursa dan emiten selayaknya menambah supply di pasar modal agar sejalan dengan demand," tuturnya.
Saat ini pertumbuhan dana kelolaan terus melaju, jika dibandingkan dana kelolaan perusahaan pada 2007 yang sebesar Rp 24 triliun. Dari keseluruhan dana kelolaan, reksadana sahamlah yang paling berprospek tahun ini dan berkemungkinan juga di tahun depan.
(dro/dro)











































