Indeks LQ45 ditutup naik 2,998 poin (0,62%) ke level 484,007. Indeks saham-saham tambang yang semula menguat dan menjadi motor utama kenaikan IHSG di sesi I, malah ditutup turun 6,462 poin (0,29%) ke level 2.261,141. Indeks saham perkebunan juga turun 3,516 poin (0,20%) ke level 1.764,235.
Volume perdagangan hanya sebanyak 2,771 miliar saham. sebanyak 89 saham naik, 95 saham turun dan 61 saham stagnan. Perdagangan saham hari ini ditransaksikan sebanyak 69.008 kali dengan nilai transaksi cukup besar mencapai Rp 4,673 triliun.
Peningkatan IHSG hari ini terutama didorong oleh perburuan saham-saham mahal. Aksi profit taking di sesi II juga banyak dilakukan pada saham-saham mahal berkapitalisasi besar yang menyebabkan laju kenaikan IHSG tertahan.
Pengaruh bursa-bursa regional juga sepertinya memberikan tekanan besar, apalagi pembukaan bursa Eropa mengalami tekanan jual. Semua bursa Eropa berada di teritori negatif. FTSE saat ini berada di posisi 5.108,23, turun 31,14 poin (0,61%). Bursa Madrid, Stoickholm malah anjlok di bawah 1%.
Bursa regional Asia juga mengalami tekanan jual. Hang Seng turun tajam 544,79 poin (2,52%) ke 21.050,73, Strait Times turun 13,33 poin (0,50%) ke 2.672,61, KOSPI turun 17,59 poin (1,03%) ke 1.693,88, Taiwan turun 52,54 poin (0,71%) ke 7.324,22.
Kenaikan hanya terlihat pada Nikkei 225 sebesar 173,68 poin (1,67%) ke 10.544,22 dan Shanghai naik 10,83 poin (0,38%) ke 2.853,55.
Saham-saham yang berada pada jajaran Top Gainer antara lain MERK naik Rp 1.000 (1,33%) ke Rp 76.000, INTP naik Rp 550 (5,31%) ke Rp 10.900, UNTR naik Rp 350 (2,38%) ke Rp 15.000, TLKM naik Rp 350 (4,16%) ke Rp 8.750, GDYR naik Rp 300 (3,50%) ke Rp 8.850, GGRM naik Rp 200 (1,36%) ke Rp 14.900, BBCA naik Rp 175 (3,78%) ke Rp 4.800.
Saham-saham yang berada di jajaran Top Loser antara lain: ITMG turun Rp 400 (1,62%) ke Rp 24.200, ASII turun Rp 400 (1,24%) ke Rp 31.800, BMRI turun Rp 175 (3,70%) ke Rp 4.550, PTBA turun Rp 150 (1,04%) ke Rp 14.150, BBRI turun Rp 100 (1,29%) ke Rp 7.600, HMSP turun Rp 100 (0,96%) ke Rp 10.300, AALI turun Rp 100 (0,47%) ke Rp 20.850. (dro/dnl)
