Market Flash eTrading

Market Flash eTrading

- detikFinance
Jumat, 25 Sep 2009 08:59 WIB
Market Flash eTrading
Jakarta - Dow Jones: Pada perdagangan kemarin bursa US kembali melemah terkena dampak dari penurunan penjualan rumah yang tidak terduga dan The Fed mengatakan akan memangkas dua programnya untuk memacu pasar kredit, sementara itu harga minyak turun ke level sebulan terendahnya seiring dengan penguatan dolar. Alcoa Inc., General Electric Co., dan Caterpillar Inc. turun sedikitnya 2.4% setelah National Association of Realtors mengatakan pembelian mengalami penurunan sebesar 2.7%.

D.R. Horton Inc. turun 4.2% dan memimpin penurunan di sector property. Bank of America Corp. dan CitiGroup Inc. turun setelah The Fed mengatakan akan menghapus programnya yang menjual pinjaman ke bank komersil dan treasuri ke pemegang obligasi. Indeks S&P 500 (-1%) 1,050.78 dan Dow Jones (-0.4%) 9,707.44.

Regional Pagi: Bursa Asia melemah, dipimpin oleh perusahaan finansial dan pertambangan, setelah Nomura Holdings Inc. akan menjual saham baru, penjualan rumah yang telah tersedia menurun secara tak terduga di AS dan harga komoditas menurun.

Nomura masih diperdagangkan dengan harga rendah di Tokyo. Mitsubishi UFJ Financial Group Inc. (-4.8%). Honda Motor Co.(-2.2%). BHP Billiton Ltd. (-2.3%) di Sydney. MSCI Asia Pacific Index (-1.5%) 116.80 pukul 9:58 a.m. di Tokyo. Indeks telah turun 1.4% pekan ini. NIKKEI 225 (-2.46%) 10,285.00. KOSPI INDEX (-1.25%) 1,672.68. S&P/ASX 200 INDEX (-1.14%) 4,647.60. STI (-0.85%) 2,644.85.

Commodity: Oil turun ke level delapan bulan terendahnya seiring dengan penurunan yang tidak terduga dari penjualan rumah yang memacu rasa skeptis investor mengenai pemulihan ekonomi.

Oil turun setelah National Association of Realtors mengatakan penjualan turun menjadi rata-rata 5.1 juta per tahun. Crude oil untuk pengiriman November turun menjadi $65.89 per barel dan Brent crude oil untuk November turun 4.7% menjadi $64.82 per barel. Crude oil (+0.1%) $65.9/bbl, Gold (-0.01%) $994/oz, CPO (-2.2%) 660/MT, Nickel (-4.4%) $17.100/MT, Tin (-1.9%) $14.375/MT).

Economic & Industrial News

Economic: Subsidi Pajak untuk Dunia Usaha Rp 16,87 Triliun
Pemerintah dan DPR sepakat mengucurkan subsidi pajak dan bea masuk ditanggung pemerintah kepada dunia usaha tahun depan senilai Rp 16,87 triliun, lebih tinggi dari yang dalam RAPBN 2010 yaitu Rp 13,42 triliun.

Energy: Indonesia Power Hemat Anggaran Rp 240 Miliar/bulan
PT Indonesia Power, anak usaha PLN berpotensi menghemat anggaran belanja kebutuhan primer untuk PLTGU Tanjung Priok, Jakarta Utara dan PLRGU Grati, jawa Timur sebesar Rp 240 miliar/bulan. Potensi penghematan diperoleh menyusul dipasoknya gas dari PGAS sebanyak 30 mmscfd dan dari Santos Ltd sebanyak 40-60 mscfd.

Corporate news

BYAN: Akan Bangun Lagi Pabrik Briket
BYAN berencana membangun lagi pabrik briket lagi di Tabang, Kaltim. Guna mendanai proyek tersebut perseroan akan mencari pinjaman sebesar US$ 150 juta dan menargetkan bisa memperolehnya minimal 1Q10.

BUMI: Utang CIC Diperiksa BEI Rp19 T
BEI tengah memeriksa pinjaman BUMI dari China Investment Corp. (CIC) sebesar US$1,9 miliar atau Rp19 triliun karena ketidakjelasan informasi yang diberikan perseroan dan ditargetkan akan rampung hari ini. BEI memeriksa term of payment dan alasan penetapan kupon 12%/tahun serta besaran dana untuk utang lama dan capex.

OKAS: BEI Tetapkan Harga Rights Issue di Pasar Reguler Rp765
BEI mematok harga rights issue OKAS di pasar reguler sebesar Rp765/saham yang akan dilaksanakan pada hari ini (25/9).

ASII: FIF Tunjuk Mandiri&Batavia Sekuritas jadi Underwriter
PT Federal International Finance (FIF) menunjuk PT Batavia Prosperindo Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas jadi underwriter medium term notes (MTN) Rp500 miliar yang akan diterbitkan pada 4Q09.

IPO: IPO BW Plantation 1,2 Miliar Saham
Berikut jadwal IPO PT BW Plantation, meliputi: Saham yang dilepas: 1.211.009.000 saham, Nilai nominal : Rp100/saham, Underwriter: PT BNP Paribas Securities Indonesia dan PT Danareksa Sekuritas, Tanggal efektif: 16 Okt09, Masa penawaran: 20-12 Okto09, Listing: 27 Okto09. Harga penawaran hingga saat ini belum ditetapkan.

TLKM: Akan Sinergikan Bisnis Menara
TLKM akan menyinergikan pengelolaan menara telekomunikasi anatara anak usahanya PT Dayamitra Telekomunikasi dan PT Solusindo Kreasi Pertama yang saat ini tengah dalam proses akuisisi. Selain itu, perseroan tengah menyiapakan dana Rp500 miliar guna mengakuisisi dua perusahaan teknologi informasi tahun ini.

(etr/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads