Transaksi Sepi, IHSG Anjlok 33 Poin

Transaksi Sepi, IHSG Anjlok 33 Poin

- detikFinance
Jumat, 25 Sep 2009 12:01 WIB
Transaksi Sepi, IHSG Anjlok 33 Poin
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya luluh 33,551 poin setelah rally panjang selama 3 pekan. Sentimen negatif bursa global membuat investor-investor Bursa Efek Indonesia (BEI) memilih langkah hati-hati.

Pilihan tersebut telah membuat nilai transaksi tipis. Namun tekanan jual pada saham-saham berkapitalisasi besar (big cap) mendorong IHSG anjlok cukup dalam.

IHSG ditutup di level 2.435,351, turun 33,551 poin (1,35%) pada penutupan sesi I Jumat (25/9/2009). Indeks LQ45 ditutup turun 7,563 poin (1,56%) ke level 476,444. Dalam perdagangan sesi I hari ini, tak ada satu pun indeks saham berdasarkan sektor yang menguat. Seluruhnya berada di teritori negatif.

Indeks saham-saham sektor keuangan mengalami kejatuhan paling dalam sebesar 5,269 poin (1,74%) ke level 295,974. Saham-saham sektor infrastruktur jatuh 11,093 poin (1,58%) ke level 690,318. Dan yang juga berpengaruh besar indeks saham-saham pertambangan, jatuh 28,120 poin (1,24%) ke level 2.233,021.

Volume perdagangan pun tidak banyak, hanya sebanyak 2,065 juta lot atau sebanyak 1,032 miliar saham. Frekuensi transaksi sebanyak 26.548 kali dengan nilai transaksi tipis Rp 1,139 triliun. Sebanyak 114 saham anjlok, hanya 40 saham yang naik dan 69 saham stagnan.

Nilai transaksi per broker pun tampak sangat tipis. Nilai transaksi broker-broker hanya berkisar antara jutaan sampai puluhan miliar rupiah, kecuali PT eTrading Securities yang nilai transaksinya mencapai Rp 126,459 miliar dan menjadi yang tertinggi.

Broker-broker asing yang biasanya bertransaksi ratusan miliar rupiah pun kini tampak adem ayem saja. Investor asing tidak banyak melakukan langkah investasi. Nilai pembelian saham oleh investor asing hanya tercatat sebesar Rp 133,681 miliar, sedangkan penjualan hanya sebesar Rp 204,749 miliar.

Kejatuhan IHSG terutama didorong oleh ambruknya saham-saham big cap meski nilai transaksinya pun tidak besar. Ini menunjukkan kebanyakan investor memilih menunggu kondisi yang tepat untuk melakukan pembelian.

Dorongan beli hanya tampak pada saham-saham second line yang tidak mampu membawa IHSG menembus harga pembukaan IHSG. Pola candlestick IHSG membentuk long legged candle dengan ekor bawah tipis.

Saham-saham yang berada di top loser antara lain: ASII turun Rp 500 (1,57%) ke Rp 31.300, GGRM turun Rp 450 (3,02%) ke Rp 14.450, ITMG turun Rp 400 (1,65%) ke Rp 23.800, UNTR turun Rp 250 (1,66%) ke Rp 14.750, UNVR turun Rp 200 (1,83%) ke Rp 10.700, HMSP turun Rp 200 (1,94%) ke Rp 10.100, INTP turun Rp 200 (1,83%) ke Rp 10.700, BBCA turun Rp 175 (3,64%) ke Rp 4.625, TLKM turun Rp 150 (1,71%) ke
Rp 8.600, BMRI turun Rp 125 (2,74%) ke Rp 4.425.

Saham-saham second line tampak mendominasi top gainer antara lain: MLBI naik Rp 1.000 (0,83%) ke Rp 121.000, MYOR naik Rp 325 (11,50%) ke Rp 3.150, CEKA naik Rp 50 (3,47%) ke Rp 1.490, AMFG naik Rp 30 (1,75%) ke Rp 1.740, ATPK naik Rp 25 (9,8%) ke Rp 280, SGRO naik Rp 25 (1,25%) ke Rp 2.025, INKP naik Rp 20 (1,12%) ke Rp 1.790.

(dro/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads