IHSG ditutup di level 2.444,584, turun 24,318 poin (0,98%). Indeks LQ45 ditutup di level 478,336, naik 5,671 poin (1,17%). Sebanyak 79 saham naik, 103 saham turun dan 79 saham stagnan.
Perdagangan hari ini dtransaksikan sebanyak 54.119 kali dengan volume sebesar 2,094 miliar saham. Nilai transaksi mencapai Rp 2,6 triliun. Padahal setengah jam sebelum penutupan, nilai transaksi masih di kisaran Rp 1,7 triliun.
Pembelian masif pada saham-saham perkebunan membuat nilai transaksi mendadak naik.
Laju kenaikan cepat saham-saham perkebunan memberikan sentimen positif bagi level IHSG yang pada penutupan sesi I siang tadi sempat anjlok 33 poin. Indeks saham-saham perkebunan memasuki teritori positif ditutup di level 1.783,627, naik 19,392 poin (1,09%).
Sementara seluruh indeks saham di sektor lainnya masih berada di teritori negatif. Kontribusi kejatuhan IHSG terbesar hari ini pada sektor pertambangan, turun 24,412 poin (1,07%) ke level 2.236,729.
Tekanan jual pada saham-saham pertambangan saling tarik-menarik dengan dorongan beli secara cepat pada saham-saham sektor perkebunan.
Transaksi broker juga secara bersamaan meningkat pada sesi II perdagangan hari ini. Transaksi investor asing pun meningkat drastis dibandingkan dengan transaksi asing di sesi I.
Total nilai pembelian asing di seluruh pasar hari ini mencapai Rp 690,829 miliar, terutama di saham-saham perkebunan menjelang penutupan. Total nilai transaksi jual asing sebesar Rp 1,106 triliun, terutama di sektor pertambangan.
Jika pada sesi I saham-saham kecil lapis dua alias second line memenuhi daftar top gainer , pada sesi II ini peta berubah total. Saham-saham perkebunan merebut kursi dan mendominasi jajaran top gainer .
Saham-saham yang masuk top gainer antara lain: MLBI naik Rp 6.000 (5%) ke Rp 126.000, AALI naik Rp 250 (1,19%) ke Rp 21.100, MYOR naik Rp 250 (8,84%) ke Rp 3.075, SGRO naik Rp 75 (3,75%) ke Rp 2.075, SMAR naik Rp 75 (2,2%) ke Rp 3.475, SMGR naik Rp 50 (0,79%) ke Rp 6.550, CEKA naik Rp 50 (3,47%) ke Rp 1.490, SMDR naik Rp 50 (1,21%) ke Rp 4.150, LSIP naik Rp 50 (0,67%) ke Rp 7.450, INKP naik Rp 40 (2,25%) ke Rp 7.450.
Sedangkan saham-saham yang bertengger di jajaran top loser antara lain: SCPI turun Rp 2.000 (5,26%) ke Rp 36.000, ASII turun Rp 500 (1,57%) ke Rp 31.300, ITMG turun Rp 400 (1,65%) ke Rp 23.800, INTP turun Rp 350 (3,21%) ke Rp 10.550, GDYR turun Rp 350 (3,95%) ke Rp 8.500, GGRM turun Rp 300 (2,01%) ke Rp 14.600, BBCA turun Rp 225 (4,68%) ke Rp 4.575, UNVR turun Rp 200 (1,83%) ke Rp 10.700, UNTR turun Rp 150 (1%) ke Rp 14.850, TLKM turun Rp 100 (1,14%) ke Rp 8.650. (dro/dnl)
