Mengawali pekan lalu, IHSG dibuka menguat setelah libur panjang selama 4 hari. Gerak IHSG diiringi oleh penguatan rupiah yang cukup signifikan di level 9.700-an per dolar AS.
- Kamis (24/9/2009), IHSG naik 11,916 poin (0,48%) ke level 2.468,902.
- Jumat (25/9/2009), IHSG turun 24,318 poin (0,98%) ke level 2.444,584.
Bursa-bursa regional pun akhirnya menikmati koreksi setelah rally panjang sebelumnya. Bursa Wall Street akhir pekan lalu ditutup melemah akibat kekecewaan atas data perumahan dan penjualan barang-barang tahan lama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sepanjang pekan lalu, Dow Jones tercatat turun 1,6%, S&P 500 melemah 2,2% dan Nasdaq turun 2%. Pada Kamis lalu, Wall Street sempat melemah setelah Bank Sentral AS menyatakan akan menarik suntikan dana ke sistem perbankan.
Bagaimana dengan pekan ini?
Gerak IHSG masih akan ditentukan oleh bursa-bursa regional yang kini sedang dalam tren pelemahan. Posisi IHSG kini masih rawan akan profit taking.
Investor akan fokus pada saham-saham yang rentan terhadap gerak nilai tukar. Hal ini terkait posisi dolar AS yang terus menghadapi tekanan, termasuk rupiah. Pada akhir pekan lalu, rupiah sempat bercokol di kisaran 9.600-an per dolar AS.
IHSG pada perdagangan Senin (28/9/2009) diprediksi akan bergerak variatif dengan kecenderungan melemah. Saham-saham berbasis komoditas diprediksi akan melemah menyusul kembali turunnya harga komoditas seiring melemahnya dolar AS.
Melemahnya bursa regional akan menjadi sentimen negatif yang menghadang langkah IHSG. Pada awal perdagangan Senin ini, indeks Nikkei-225 dibuka masih melemah 114,38 poin (1,11%) ke level 10.151,60.
Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:
Optima Sekuritas:
Setelah kemarin bertahan dari tekanan bursa regional, IHSG akhirnya terkoreksi 24 poin ke level 2.444. Profit taking saham BBCA sehingga turun 4,7% berkontribusi 7 poin terhadap penurunan indeks setelah itu ASII dan TLKM masing-masing 2 poin. Arah IHSG masih ditentukan tren mata uang US dollar mengingat asing pada perdagangan akhir pekan lalu net sell secara masif mencapai Rp 415 miliar sementara nilai transaksi hanya Rp 2 triliun.
Selain faktor regional, hasil pertemuan G-20 bakal ikut berpengaruh terhadap bursa global. IHSG masih rentan koreksi lanjutan dengan kisaran pergerakan di level 2.420-2.470.
(qom/qom)











































