Dolar AS Belum Berdaya

Dolar AS Belum Berdaya

- detikFinance
Senin, 28 Sep 2009 07:35 WIB
Dolar AS Belum Berdaya
Jakarta - Dalam transaksi yang tipis, nilai tukar rupiah pada pekan lalu menguat menembus level 9.660 per dolar AS. Penguatan rupiah kali ini didukung oleh semangat penguatan mata uang regional lainnya atas dolar AS.

Sepanjang pekan lalu, mata uang regional terus bergerak menguat atas dolar AS didorong oleh keinginan mengambil risiko kembali di tengah harapan membaiknya pemulihan ekonomi.

Pada Jumat (25/9/2009) lalu, rupiah ditutup menguat ke 9.660 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.730 per dolar AS. Dan pada perdagangan Senin (28/9/2009), rupiah masih stabil dibuka di level 9.661 per dolar AS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara yen tercatat menguat hingga titik tertinggi dalam 7,5 bulan terakhir atas dolar AS. Yen pada akhir pekan lalu diperdagangkan di kisaran 89,60 dolar, dibandingkan sebelumnya di level 91.23 dolar. Yen sempat menembus 89,51 dolar.

Investor kini cenderung memilih mata uang yang lebih berisiko namun memberikan imbal hasil tinggi, ketimbang mata uang 'safe-haven' layaknya dolar AS. Apalagi Bank Sentral AS diperkirakan terus menahan suku bunga ekstra rendah untuk beberapa waktu kedepan demi menggerakkan lagi pasar kreditnya.

Dolar AS juga semakin mendapatkan tekanan dari pernyataan G20 dalam pertemuannya di Pittsburgh, AS pekan lalu.

"Para pemimpin G20 sepertinya membuat pernyataan implisit bahwa meraka tidak akan melaksanakan kompetisi devaluasi. Ini merupakan pengulangan untuk membiarkan pasar memutuskan gerak mata uang dan tidak menggunakan kebijakan moneter guna mendapatkan keuntungan perdagangan," ujar Sacha Tihanyi, analis dari Scotia Capital seperti dikutip dari AFP.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads