Pada perdagangan Senin (28/9/2009), IHSG ditutup merosot hingga 46,756 poin (1,91%) ke level 2.397,828. Indeks LQ 45 juga turun 11,029 poin (2,31%) ke level 467,307.
Kemerosotan IHSG terjadi berbarengan dengan bursa regional lainnya. Bursa China yang sempat menguat pun akhirnya ikut melemah. Sementara Indeks Nikkei-225 bahkan sempat terpuruk di bawah level 10.000, sebelum akhirnya ditutup pada level terendah sejak 24 Juli 2009.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Indeks Hang Seng merosot 435,99 poin (2,07%) ke level 20.588,41.
- Indeks Komposit Shanghai juga melemah 75,32 poin (2,65%) ke level 2.763,53.
- Indeks S&P/ASX melemah 35,9 poin (0,76%) ke level 4.677,4.
- Indeks KOSPI turun 15,93 poin (0,94%) ke level 1.675,55.
- Indeks Nikkei-225 merosot 256,46 poin (2,50%) ke level 10.009,52.
Bursa Jepang merosot tajam setelah yen menguat tajam atas dolar AS sehingga dikhawatirkan menggerus kinerja eksportir.
"Penguatan yen menggelayuti pasar karena hal itu akan mengurangi pendapatan eksportir," ujar Kazuhiro Takahashi, analis dari Daiwa Securities SMBC seperti dikutip dari AFP.
Perdagangan berjalan sangat tipis dengan frekuensi transaksi hanya sebesar 63.435 kali dengan volume 3.066 juta lembar saham senilai Rp 2.406 triliun. Sebanyak 51 saham naik, 132 saham turun dan 65 saham stagnan.
Saham-saham yang melemah harganya di top loser antara lain Astra International (ASII) turun Rp 1.250 menjadi Rp 30.050, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 125 menjadi Rp 3.175, United Tractor (UNTR) turun Rp 650 menjadi Rp 14.200, PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp 350 menjadi Rp 13.800, Semen Gresik (SMGR) turun Rp 350 menjadi Rp 6.200, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 150 menjadi Rp 4.375, Telkom (TLKM) turun Rp 150 menjadi Rp 8.500.
Sementara saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Adaro (ADRO) naik Rp 10 menjadi Rp 1.410, Bank Himpunan Saudara (SDRA) naik Rp 15 menjadi Rp 265, Summarecon Agung (SMRA) naik Rp 10 menjadi Rp 560.
(qom/qom)










































