"Trennya memang sangat bearish sekali hari ini, range pergerakan IHSG pekan ini di 2.300 sampai 2.450," ujar analis PT Bali Securities, Ketut Tri Bayuna saat dihubungi detikFinance, Senin (28/9/2009).
Menurut Ketut, sentimen bursa global belum menunjukkan tanda-tanda positif selama sepekan ke depan. IHSG diperkirakan akan sangat terpengaruh oleh sentimen negatif tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketut mengatakan, selama September 2009, IHSG telah bergerak naik signifikan. Pada 1 September 2009, IHSG berada di level 2.326,914.
IHSG kemudian melakukan rally panjang hingga menembus level 2.482,850 pada 24 September 2009 dan ditutup di level 2.468,902 pada hari tersebut. Namun pada Jumat, 25 September 2009, IHSG mulai mengalami penurunan tajam ditutup di level 2.444,584. Pada hari ini, IHSG ditutup di 2.397,828, turun 2,8% selama dua hari perdagangan.
"IHSG turun hampir 3% selama dua hari. Ini cukup signifikan, sentimennya negatif sekali, belum kelihatan ada sentimen positif," ujarnya.
Selain didorong oleh sentimen negatif perekonomian global dan bursa-bursa regional, tingginya level IHSG juga diperkirakan menjadi penyebab aksi proft taking investor di BEI selama dua hari ini.
"IHSG terlalu tinggi. Bursa regional dan perekonomian global sentimennya memburuk. Kalau dilihat dari sudut pandang ini, investor kita yang baru saja selesai liburan, wajar saja melakukan aksi profit taking," ujarnya.
Meski Ketut memperkirakan IHSG masih ada ruang menembus level 2.450, namun ia memperkirakan IHSG berpeluang jatuh hingga level 2.300 pekan ini, jika tidak ada sentimen positif yang mendorong aksi beli.
"Kelihatannya bisa saja IHSG jatuh ke 2.300 pekan ini, jika tak ada dorongan beli," ujarnya.
(dro/qom)











































