Aksi penjualan asing hari ini kontan membuat investor domestik ikutan melakukan aksi penjualan masif dan memukul IHSG jatuh 46,756 poin (1,91%) ke 2.397,828.
Total transaksi di seluruh pasar hari ini sebesar Rp 2,406 triliun. Dari jumlah tersebut sebesar Rp 416,797 miliar merupakan transaksi beli asing dan transaksi jual sebesar Rp 658,553 miliar. Nilai transaksi jual bersih asing mencapai Rp 241,756 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nilai transaksi beli asing pada saham tambang hari ini hanya sebesar Rp 41,799 miliar, sedangkan transaksi jual asing pada saham tambang mencapai Rp 191,297 miliar, sehingga diperoleh nilai transaksi jual bersih asing pada saham tambang sebesar Rp 149,497 miliar.
Nilai transaksi beli asing pada saham perbankan sebesar Rp 115,585 miliar, sedangkan transaksi jual asing pada saham perbankan sebesar Rp 179,037 miliar, sehingga diperoleh transaksi jual bersih asing pada saham perbankan sebesar Rp 63,451 miliar.
Total nilai transaksi jual bersih asing pada saham tambang dan perbankan hari ini mencapai Rp 212,948 miliar.
Aksi profit taking masif oleh asing ini memukul jatuh indeks harga saham tambang di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebesar 33,020 poin (1,47%) ke 2.203,709. Indeks saham-saham keuangan jatuh 5,696 poin (1,91%) ke 291,235.
Menurut analis PT Bali Securities Ketut Tri Bayuna, sentimen pelepasan asing pada dua sektor tersebut terutama didorong oleh sentimen negatif sektor tambang dan perbankan di bursa-bursa regional.
"Kelihatannya mereka (asing) terpengaruh sentimen negatif di bursa-bursa regional Eropa dan AS. Tapi biasanya asing tetap ada dorongan beli. Jadi saya kira aksi jual asing hari ini bukan kondisi kontinyu. Dorongan beli asing masih ada kok," ujarnya ketika dihubungi detikFinance.
(dro/qom)











































