Wall Street Kena Semangat Merger

Wall Street Kena Semangat Merger

- detikFinance
Selasa, 29 Sep 2009 06:35 WIB
Wall Street Kena Semangat Merger
New York - Rencana merger dan akuisisi sejumlah perusahaan besar membawa semangat baru di Wall Street. Saham-saham di Wall Street kembali bergerak menguat dalam volume yang sangat tipis.

Merger dan akuisisi secara tipikal dipandang sebagai sebuah sentimen bullish karena perusahaan dipandang lebih optimistis tentang masa depan bisnisnya.

"(Rencana) itu selalu menjadi tanda yang positif ketika Anda melihat perusahaan-perusahaan menempatkan uangnya untuk bekerja, apakah untuk membeli perusahaan lain, menginvestasikan pabrik baru atau membeli lagi saham mereka," ujar Tim Smalls, analis dari Execution LLC in Greenwich, Connecticut seperti dikutip dari Reuters, Selasa (29/9/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menambahkan, dengan melemahnya harga saham-saham dalam 1,5 tahun terakhir, banyak perusahaan menilai pembelian perusahaan akan menjadi lebih murah ketimbang tumbuh secara organik.

Sejumlah rencana merger yang terungkap adalah Xerox Corp yang sepakat untuk membeli Affiliated Computer Services Inc senilai US$ 6,4 miliar dan Abbot Laboratories yang sepakat untuk membeli Solvay senilai US$ 6,6 miliar.

Saham Abbot menguat hingga 2,6%, sementara Affiliated Computer melesar 14%. Namun saham Xerox justru merosot 14,5%.

Sementara pada perdagangan Senin (28/9/2009), indeks Dow Jones industrial average ditutup menguat hingga 124,17 poin (1,28%) ke level 9.789,36. Indeks Standard & Poor's 500 juga naik 18,60 poin (1,78%) ke level1.062,98 dan Nasdaq naik 39,82 poin (1,90%) ke level 2.130,74.

Terkait dengan hari libur orang Yahudi, Yom Kippur, banyak investor di Wall Street yang libur. Hal ini menyebabkan nilai transaksi sangat tipis yakni hanya 979,3 juta lembar saham di New York Stock Exchange, di bawah rata-rata tahun lalu yang mencapai 1,49 miliar. Sementara di Nasdaq, transaksi hanya 1,92 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu sebanyak 2,28 miliar.

Kesepakatan lainnya adalah rencana Johnson & Johnson's untuk membeli 18% saham bioteknologi Crucell senilai US$ 444 juta sebagai bagian dari pengembangan vaksin flu.

Harga Minyak Kembali Merayap


Mengikuti penguatan di Wall Street, harga minyak mentah dunia juga kembali naik. Hal itu berkaitan dengan kekhawatiran masalah geopolitik setelah Iran melakukan uji coba nuklir.

Pada perdagangan kemarin, kontrak utama minyak light sweet pengiriman November naik 82 sen menjadi US$ 66,84 per barel. Sementara minyak Brent naik 43 sen menjadi US$ 65,54 per barel.

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads