Wall Street Dilanda Kelesuan

Wall Street Dilanda Kelesuan

- detikFinance
Rabu, 30 Sep 2009 06:49 WIB
Wall Street Dilanda Kelesuan
New York - Wall Street sedang dilanda kelesuan. Dalam sesi perdagangan yang sangat volatile dan tipis, saham-saham akhirnya ditutup di teritori negatif.

Investor mendapatkan surprise dari angka kepercayaan konsumen yang membayangi tanda-tanda stabilisasi sektor perumahan dan kuatnya pendapatan dari Walgreen Co.

Saham-saham awalnya bergerak menguat, namun pada akhirnya berbalik arah setelah Indeks Kepercayaan Konsumen September ke 53,1 dibandingkan 54,5 pada Agustus. Hal itu terjadi seiring kekhawatiran ketatnya pasar tenaga kerja yang membayangi proses pemulihan ekonomi AS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada perdagangan Selasa (29/9/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) akhirnya ditutup melemah 47,16 poin (0,48%) ke level 9.742,20. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 2,37 poin (0,22%) ke level 1.060,61 dan Nasdaq melemah 6,70 poin (0,31%) ke level 2.124,04.

"Anda mendapatkan sedikit data ekonomi yang bercampur dan pasar sedikit variatif juga. Ada gain yang cukup besar kemarin, jadi tidak mengejutkan melihat sedikit pembalikan," ujar Cleveland Rueckert, analis dari Birinyi Associates seperti dikutip dari Reuters, Rabu (30/9/2009).

Aksi window dressing, sebuah upaya para fund manager untuk mempercantik portofolionya menjelang akhir triwulan membuat perdagangan berjalan cukup volatile.

Volume perdagangan masih sangat tipis yakni hanya 1,18 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu sebanyak 1,49 miliar. Di Nasdaq, transaksi juga hanya 2,10 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu yang sebanyak 2,28 miliar.

Harga Minyak Turun


Sementara harga minyak mentah dunia akhirnya turun tipis seiring menguatnya lagi dolar AS dan melemahnya indeks kepercayaan konsumen AS.

Kontrak utama minyak light pengiriman November turun 13 sen menjadi US$ 66,71 per barel. Sementara minyak Brent pengiriman November juga turun 5 sen menjadi US$ 65,49 per barel.



(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads