Market Flash eTrading

Market Flash eTrading

- detikFinance
Rabu, 30 Sep 2009 10:06 WIB
Market Flash eTrading
Jakarta - Dow Jones: Saham US melemah akibat turunnya saham teknologi dari level satu tahun tertingginya dan produsen energi juga mengalami penurunan akibat penguatan dolar yang mengakibatkan harga minyak turun. Cisco System Inc. dan Intel Corp. turun lebih dari 1.3%, Exxon Mobil Corp. -0.3% akibat penguatan dolar terhadap euro dan berdampak pada penurunan crude oil sebesar 0.3%. KB Home memimpin kenaikan perusahaan property setelah indeks harga rumah naik 1.2%.

Indeks S&P 500 (-0.2%) 1,060.61 dan Dow Jones (-0.5%) 9,742.2. Akibat penguatan dolar, indeks sector energi S&P (-0.6%). Dolar menguat terhadap euro setelah tingkat kepercayaan konsumen secara tidak terduga mengalami kenaikan. Dolar (+0.4%) $1.4571 per euro.

Regional Pagi: Bursa Asia mayoritas menguat meskipun pelemahan terjadi di Wall Street, dengan bursa Jepang mencetak penguatan modest seiring yen melemah terhadap nilai tukar mata uang lainnya. Namun Toyota Motor Corp. underperform menyusul dikabarkan adanya penarikan unit sebanyak 3.8 juta unit di AS. Nikkei 225 (+0.3%) 10,131.22 dan Topix (+0.4%), Panasonic Corp. (+1.9%) dan Toyota flat. KOSPI (+0.45%) 1,697.70. S&P/ASX 200 (+0.21%) 4,763.30. STI (+0.23%) 2,669.35.Β 

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Commodity: Crude Oil diperdagangkan di Bawah Level $67 Minyak diperdagangkan di bawah level $67 per barel seiring dengan penguatan dolar dan data industri menunjukkan kenaikan persediaan. Crude oil untuk pengiriman November diperdagangkan pada level $66.64 per barel sementara brent crude oil +0.2% menjadi $65.65. Crude oil (+0.2%) $66.8/bbl, Gold (+0.14%) $994/oz, CPO (+0.4%) $673/MT, Nickel (+2.3%) $17.140/MT, Tin (+0.3%) $14.450/MT.

Economic & Industrial News

Economic: Ekspor 2009 Hanya Minus 10% - BPS

BPS memperkirakan nilai ekspor Indonesia 2009 hanya minus 10% yoy. Perkiraan itu lebih baik dari prediksi kinerja ekspor awal yang minus 15%-20%. Menurut Kepala BPS Rusman Heriawan, sektor-sektor yang masih diharapkan dapat mendorong kinerja ekspor Indonesia adlah produk berbasis sumber daya alam, seperti CPO dan barang pertambangan.

Economic: AS Tuding Perusahaan Kertas Indonesia Dumping dan Counterfilling

Badan perdagangan internasional Amerika Serikat (AS) atau United States International Trade Commission (US-ITC) menuduh dua perusahaan kertas asal Indonesia, yaitu PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia (TKIM) dan PT Pindo Deli Pulp & Paper melakukan dumping dan menerima subsidi negara (counterfilling). US-ITC mengajukan petisi tersebut setelah ada pengaduan dari beberapa perusahaan kertas asal AS, antara lain Appleton Coated LLC, New Page Corporation, dan United Steel.
Β 
Corporate news

BUMI: Didanai Saratoga Beli Newmont

Saratoga Capital disinyalir dipastikan mendanai PT Multicapital anak usaha Grup Bakrie untuk menutupi kekurangan dana terkait akuisisi 10% saham Newont senilai US$352 juta atau Rp3,39 triliun. Namun, belum diketahui besaran jumlahnya serta pola bagi hasilnya.

TRUB: Akan Jual 90% Saham Manunggal Multi Energi

TRUB melalui anak usahanya, PT Maxima Infrastruktur akan menjual 90% saham PT Manunggal Multi Energi yang memiliki konsesi pertambangan batubara seluas 1.600 hektare di Muara Enim, Sumsel dengan cadangan 140 juta ton batubara. Lanco Infratech, salah satu perusahaan yang berminat atas Manunggal Multi dengan menawarakan harga maksimal US$ 90 juta. Saat ini, perseroan masih mengkaji sejumlah calon yang berminat membelinya.
Β 
TRUB: Bidik Pendapatan FY09 Rp3,43 T ( +16,27% yoy)

TRUB menargetkan pendapatan FY09 naik 16,27% yoy jadi Rp3,43 triliun disumbang dari kontrak EPC (engineering, procurement, and construction) serta pembangkit listrik. Perseroan memprediksi pendapatan 2H09 naik 40% yoy seiring penguatan rupiah.

AKRA: Akan Akuisisi Tambang Batubara

AKRA akan membeli 87,5% saham PT Anugrah Karya Raya milik PT Pacifica Bangun Lestari. Kini, AKRA tengah melakukan uji tuntas yang diperkirakan akan selesai kurang dari satu bulan.

UNTR : Raih Kontrak Pengadaan Alat Berat US$ 224 Jt

UNTR meraih kontrak baru pengadaan 300 alat berat ke sejumlah perusahaan penambangan batubara di Indonesia senilai US$ 224 juta. Paling lambat akhir tahun 2009, perseroan akan mengirimkan pesanannya tersebut.
Β 
IPO: 3 Perusahaan Bertahan Beli Berau Coal

Sebanyak tiga perusahaan disinyalir masih bertahan dalam proses penjualan 90% saham PT Berau Coal yakni INDY, Banpu Pcl induk usaha ITMG, dan PT Quattro Inti Investama. Hasil penawarannya ditargetkan diumumkan pada Okto09.

GZCO: Targetkan Kenaikan Laba Bersih FY09 300%

GZCO menargetkan lonjakan laba bersih FY09 sebanyak 300% yoy jadi Rp300 miliar dari Rp54,75 miliar dipicu naiknya harga CPO dan bertambahnya luasa areal perkebunan. Harga CPO diprediksi naik 10-20% menjelang musim dingin Eropa. Sementara itu, produksi CPO FY09 ditargetkan sebanyak 60.000 ton.

PNBN: Terbitkan Obligasi Rp800 M

PNBN merilis penawaran obligasi III/2009 senilai Rp800 miliar bertingkat bunga tetap yakni 11,50% per tahun dengan jangka waktu lima tahun. Perolehan dana untuk pemberian kredit (KPR, pembiayaan proyek infrastruktur, dan kredit investasi lainnya) sebanyak 95%, dan sisanya 5% untuk investasi surat-surat berharga.
Β 
MNCN: Akan Buy Back 9,1% Senilai Rp 472 Miliar

Pada periode 1 Oktober 2009- 1 Januari 2010, MNCN akan kembali menggelar buy back dengan target sebanyak 1,25 miliar saham atau sekitar 9,1% saham. Ini merupakan buy back periode keempat sejak Oktober 2008.
Β 

IPO: Harga IPO BW Plantation Rp525-750/Saham, Capex Rp1,2 T

PT BW Plantation mengindikasikan harga IPO nya sebesar Rp525-750/saham atau Rp908 miliar. Sementara itu, BW Plantation mengalokasikan capex dalam tiga tahun mendatang sebesar Rp1,2 triliun. Pendanaan berasal dari hasil IPO dan kas internal yang akan digunakan untuk penanaman lahan baru.

DOID: 2 Eksekutif Northstar Jadi Direksi Delta Dunia

Disinyalir dua eksekutif Nortshtar Pacific Partners Ltd masuk jadi jajaran direksi DOID pasca memperoleh restu dari RUPSLB pada hari ini yakni Lukman Triguna dan Ariani Vidya Sofjan.



(etr/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads