Market Flash eTrading

Market Flash eTrading

- detikFinance
Kamis, 01 Okt 2009 09:09 WIB
Market Flash eTrading
Jakarta - Dow Jones: Bursa US melemah dan memangkas rally terbaik S&P sejak tahu 1975 akibat penurunan yang tidak terduga dari akitivitas bisnis yang masih khawatir dengan pemulihan ekonomi. Walt Disney Co., JPMorgan Chase & Co. dan General Electric Co. turun sedikitnya 1.7% dan memimpin penurunan 21 saham dari 30 saham yang terdapat dalam indeks Dow Jones. Indeks S&P 500 (-0.3%) 1,057.08 dan Dow Jones (-0.3%) 9,712.28. Saham juga mengalami penurunan akibat kekhawatiran akibat pemerintah mengurangi insentif seperti menutup program 'cash for clunkers'.

Regional Pagi: Bursa Jepang melemah setelah penurunan tak terduga dalam aktivitas bisnis di perusahaan Chicago dan AS karena pemangkasan pekerjaan lebih banyak dari estimasi. Nintendo Co. (-1.2%). Advantest Corp. melemah setelah Credit Suisse Group AG memangkas peringkat saham. Inpex Corp. (+1.2%) setelah harga minyak naik. Nikkei 225 (-0.7%) 10,061.41 pukul 9:03 a.m. di Tokyo. KOSPI (+0.22%) 1,676.75. S&P/ASX 200 (+0.19%) 4,752.60. STI (-0.46%) 2,660.26.

Commodity: Crude Oil (-0.7%) $70.1/bbl, Gold (-0.06%) $1.007/oz, CPO (-3.4%) $650/MT, Nickel (+4.4%) $17.895/MT, Tin (+3.1%) $14.900.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Economic & Industrial News

Automotive: Penjualan Motor September Anjlok 36%

Penjualan motor domestk pada September 2009 diprkirakan anjlok 36% mom menjadi sekitar 400 ribu unit dari 626.478 unit. Pendeknya hari kerja pada bulan lalu membuat aktivitas produksi di pabrik berkurang, sehingga distribusi motor tergerus cukup dalam, menurut Ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) GUnadi Sundhuwinata.

General: Padang Porak Poranda

Gempa bumi berskala 7,6 SR yang mengguncang beberapa wilayah Sumatera Barat, pukul 17.16, mengakibatkan Kota Padang porak poranda, diikuti sejumlah kebakaran. Rabu malam, hujan lebat mengguyur Kota Padang yang berada dalam kondisi gelap gulita tanpa aliran listrik. Hingga pukul 00.00 tercatat sedikitnya 75 orang tewas dan puluhan orang luka berat.

Corporate News

BUMI: Jaminkan Saham KPC&Arutmin, Laba Bersih 1H09 -16,5% yoy

BUMI menjaminkan saham anak usahanya, KPC dan Arutmin terkait pinjaman dari China Investment Corp. (CIC) senilai US$1,9 miliar atau Rp19 triliun dan telah mengantongi persetujuan pemegang saham. Perolehan dana untuk melunasi utang dan capex guna menaikkan kapasitas produksi dari 60 juta jadi 100 juta ton per tahun.

Sementara itu, laba bersih 1H09 turun 16,53% yoy dari US$301,79 juta jadi 251,90 juta dipicu naiknya beban bunga,amortisasi dan pajak. Namun, pendapatannya naik tipis 2,76% yoy dari US$1,49 miliar jadi US$1,53 miliar Pendapatan dikontribusi dari penjualan batubara ke Asia US$1,26 miliar (82,22%), Eropa US$197,55 juta (12,87%), sisanya ke domestik dan AS.

ENRG: 1H09, Catat Rugi Bersih Rp244,68 M

1H09, ENRG mencatat rugi bersih Rp244,68 miliar vs 1H08 +77,02 miliar. Penjualan bersihnya turun 21,1% yoy dari Rp889,77 miliar jadi Rp701,64 miliar, dipicu turunnya harga jual minyak perseroan 52% dari US$110/barel jadi US$52/barel. Beban keuangan perseroan naik 44,1% yoy dari Rp226,83 miliar jadi Rp326,92 miliar. Namun, rata-rata produksi 1H09 naik 19% dari 24.500 boepd jadi 29.100 boepd.

Comment: apabila di bandingakan dengan prediksi saya laporan 1H08 in-lined dengan Top line yang mencapai 42% dari prediksi dan negative bottom-line untuk tahun 2009. Prediksi kami Laba ENRG akan meningkat pesat dari net-loss menjadi net-profit. Ini akan menjadi pendorong harga sahamnya. Recomendasi kita masih BUY, dengan TP:Rp600,- valuasi kita berdasarkan 70% dari fair-value persusahaan.


UNSP: Harga CPO Turun, Laba Bersih 1H09 Terpangkas 58,51% yoy

Laba bersih UNSP 1H09 terpangkas 58,51% yoy jadi Rp135,19 miliar dipicu turunnya penjualan 34,1% jadi Rp1,04 triliun terkait turunnya harga CPO. Volume penjualan CPO 1H09 turun 2% yoy dari 125.800 ton jadi 123.800 ton sedangkan produksinya naik 2% yoy jadi 330.800 ton. Harga rata-rata CPO turun 6% yoy dari Rp8,6 juta per ton jadi Rp6 juta per ton. Sementara itu, perseroan memprediksi kinerja 2H09 lebih baik vs 1H09, seiring mulai pulihnya harga karet dan CPO int'l. serta penguatan rupiah.
 
DEWA: Laba Bersih 1H09 Anjlok 93,59% yoy

DEWA mencatat laba bersih 1H09 anjlok 95,53% yoy dari US$3.45 juta jadi US$221,27 ribu, dipicu anjloknya keuntungan selisih kurs 89,46% yoy dari US$1,78 juta jadi US$224,3 ribu. Sementara itu, pendapatan 1H09 turun tipis 2,67% yoy dari US$105,69 juta jadi US$102,87 juta sedangkan EBIT turun jadi US$989,05 ribu vs 1H08 US$4,65 juta.

DOID: Cari Dana US$245 Jt, Jaminkan Buma

Guna mencari dana US$245 juta melalui pinjaman dan emisi obligasi, DOID akan menjaminkan sebagai atau seluruh aset PT Bulit Makmur (Buma) dan telah disetujui pemegang saham. Perseroan juga akan mengganti namnya jadi Delta Dunia Makmur seiring perubahan bisnis inti perseroan dari properti jadi kontraltor tambang dan energi Pasca rampungnya akuisisi Buma pada 4Q09.

BMTR: Akan Buyback Saham Rp300 M

BMTR akan buyback saham maksimal Rp300 miliar atau 20% pada 1 Okto09-1 Jan10. Pendanaan berasal dari kas internal.

TOTL: Raih Proyek Baru Rp 1,2 Triliun

Hingga akhir September 2009, TOTL berhasil meraih proyek baru senilai Rp 1,2 triliun. Proyek tersebut meliputi pembangunan gerai Ramayana Department Store di Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. TOTL juga meraih proyek pembangunan rumah sakit, gedung perkantoran, dan ruko di Central Park di Jakarta Barat.
 
META: Rugi Rp 22 Miliar pada 1H09

META membukukan rugi bersih hingga Rp 22 miliar pada 1H09. Hal itu dipicu oleh naiknya beban lain-lain META menjadi Rp 66,01 miliar, dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp 20,06 miliar. Lonjakan beban terjadi seiring naiknya beban bunga.
 
ADHI: Terancam Rugi, Pefindo Tetapkan Status Creditwatch Implikasi Negatif

Pefindo menetapkan status creditwatch berimplikasi negatif terkait potensi kerugian perseroan. ADHI terancam rugi karena tak memperoleh pendapatan dari proyek Shangri-La di Qatar. Selain itu, performence bond perseroan US$7,6 juta telah dieksekusi oleh Al Habtor Engineering,kontraktor utama proyek perseroan serta Per Sept09 pendapatan Rp234,14 miliar dan biaya proyek Rp40,24 miliar belum bisa diterima perseroan.

Namun, peringkat obligasi IV/2007 R375 miliar dan sukuk mudharabah I/2007 tetap di level idA.

JPFA: Hari Ini, Gelar RUPSLB Minta Persetujuan Merger

Hari ini, JPFA dan Multi Agro Persada (TRPK) akan menggelar RUPSLB guna meminta persetujuan dari pemegang saham untuk melakukan merger. Merger ini merupakan efek dari aksi Malviola Pte Ltd, pemegang saham mayoritas JPFA yang membeli 98,58% saham Multi Agro pada Juli lalu.

MEDC: Bangun HTI 1 Juta Ha dengan LG

LG International Corp menandatangani kontrak dengan MEDC untuk membangun hutan tanaman industri (HTI) 1 juta ha. Nilai investasi diperkirakan Rp 15 triliun, dengan lokasi di Merauke, Papua.

Selain itu, ada 10 investor yang siap membangun hutan restorasi di Indoensia guna mendapatkan pemasukan dari perdagangan karbon (carbon trading) global dan hasil hutan nonkayu. Pembangunan hutan tersebut diprediksikan mencapai 1 juta ha.

(etr/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads