Klaim baru untuk pengangguran pada pekan yang berakhir pada 26 September menunjukkan kenaikan hingga 17.000 menjadi 551.000. Tingginya angka pengangguran ini akan menyebabkan belanja konsumen masyarakat AS masih ketat sehingga bisa mengganggu upaya pemulihan ekonomi.
Selain itu, Institute for Supply Management yang merupakan indeks aktivitas pabrikan nasional AS juga menunjukkan penurunan selama September. Indeks aktivitas pabrikan turun ke 52,6 persen pada September dari 52,9% pada Agustus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada perdagangan Kamis (1/10/2009), indeks Dow Jones merosot hingga 203 poiΒ (2,09%) ke level 9.509,28. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 27,23 poin (2,58%) ke level 1.029,85 dan Nasdaq melemah 64,94 poin (3,06%) ke level 2.057,48.
Sudah 3 hari berturut-turut Wall Street melemah. Dan pada Kamis, 30 komponen Dow Jones berakhir negatif, dengan penurunan terbesar dicetak oleh JPMorgan Chae & Co yang tercatat turun hingga 5,6% dan Boeing yang turun 3,8%.
Di Nasdaq, kinerja terburuk dicapai Apple Inc yang merosot 2,4%, Qualcomm Inc turun 5,1% dan Microsoft Corp turun 3,3%.
Perdagangan berjalan cukup ramai, di New York Stock Exchange mencapai 1,60 miliar, di atas rata-rata tahun lalu yang mencapai 1,49 miliar. Sementara di Nasdaq, transaksi mencapai 2,69 miliar, di atas rata-rata tahun lalu yang mencapai 2,28 miliar.
Harga Minyak Masih Tinggi
Sementara harga minyak mentah dunia kembali melanjutkan kenaikannya setelah data ekonomi yang menunjukkan pelemahan dan gagalnya pembicaraan antara Iran dan negara-negara besar terkait program nuklir.
Kontrak utama minyak light sweet pengiriman November turun 21 sen menjadi US$ 70,82 per barel. Sementara minyak Brent pengiriman November juga naik 12 sen menjadi US$ 69,19 per barel.
(qom/qom)











































