IHSG Terkurung Sentimen Negatif

IHSG Terkurung Sentimen Negatif

- detikFinance
Jumat, 02 Okt 2009 07:56 WIB
IHSG Terkurung Sentimen Negatif
Jakarta - Jatuhnya bursa Wall Street akan membawa sentimen negatif pada pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini. Investor akan mencari aman dengan melepas saham di tengah ketidakpastian yang kembali menyelimuti.

Bursa Wall Street tadi malam terpuruk setelah data pengangguran yang terus meningkat. Pada perdagangan Kamis (1/10/2009), indeks Dow Jones merosot hingga 203 poinΒ  (2,09%) ke level 9.509,28. Ini adalah penurunan terburuk Wall Street dalam 3 bulan terakhir.

Pelemahan di Wall Street itu langsung diikuti oleh Bursa Tokyo. Indeks Nikkei-225 dibuka langsung merosot 130,57 poin (1,31%) ke level 9.484,07.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemerosotan yang terjadi di bursa-bursa utama dunia itu akan menggerus perdagangan saham di lantai bursa Indonesia. IHSH pada perdagangan Jumat (2/10/2009) diprediksi akan bergerak melemah setelah terus menerus menguat.

Pada perdagangan kemarin, IHSG mampu bertahan di teritori positif di tengah melemahnya bursa regional. IHSG ditutup naik 10,380 poin (0,42%) ke level 2.477,971.

Investor harus terus mencermati gerak saham komoditas yang harganya kini kembali fluktuatif. Meskipun harga minyak mentah dunia kini masih bertahan di level US$ 70 per barel.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Panin Sekuritas:

IHSG kemarin bergerak menguat +0,42% ditutup pada level 2.477,971 setelah sebelumnya sempat tertekan sepanjang sesi 2. Pada sesi pagi perdagangan kemarin, indeks sempat bergerak menguat tajam didorong oleh lonjakan harga komoditas. Meski demikian tekanan pada bursa regional serta pengumuman inflasi yang diluar ekspektasi mendorong terjadinya tekanan jual pada sesi 2.

Untuk hari ini kami perkirakan indeks akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah. Perlu diwaspadai tekanan jual pada saham komoditas dimana harga komoditas terlihat masih akan fluktuatif. Kisaran support-resistance 2.452-2.490.

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads