Fitch Tetapkan Peringkat Obligasi Subordinasi BRI di AA+

Fitch Tetapkan Peringkat Obligasi Subordinasi BRI di AA+

- detikFinance
Jumat, 02 Okt 2009 13:01 WIB
Fitch Tetapkan Peringkat Obligasi Subordinasi BRI di AA+
Jakarta - Fitch Ratings menetapkan peringkat ekspektasi AA+ untuk obligasi subordinasi berjangka waktu lima dan sepuluh tahun sejumlah maksimum Rp 3 triliun yang akan diterbitkan oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI).

Sesuai dengan metodologi Fitch, obligasi subordinasi diperingkat satu tingkat di bawah peringkat nasional jangka panjang dan mencerminkan subordinasi obligasi tersebut dari obligasi senior lainnya.

Sedangkan penegasan peringkat-peringkat lain BRI mencerminkan kekuatan profitabilitas dan kecukupan pencadangan kredit bermasalah (non performing loan/NPL) yang akan memberikan perlindungan kepada terhadap dampak ketidakpastian kondisi ekonomi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kuatnya profitabilitas ditopang oleh posisi BRI sebagai pemimpin pasar dalam pembiayaan mikro di Indonesia. Kekuatan profitabilitas ini juga memberikan perlindungan atas peningkatan biaya kredit", kata analis Group Institusi Keuangan Fitch Ratings Julita Wikana dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Jumat (2/10/2009).
Β 
Peringkat tersebut juga mempertimbangkan kepemilikan mayoritas pemerintah dan ukuran BRI. Namun demikian, pelemahan signifikan modal bank dan kualitas aset yang berdampak peningkatan risiko modal akan menimbulkan tekanan terhadap peringkat nasional maupun individual BRI.

Peningkatan dalam jumlah yang moderat NPL BRI menjadi 3,7% di bulan Juni 2009 (dari 2,8% di tahun 2008) mencerminkan dampak penurunan kualitas aset yang terjadi secara luas akibat kondisi ketidakpastian ekonomi.

Meski demikian, NPL BRI masih di bawah 4,5% tingkat rata-rata industri. Sebagian besar penurunan kualitas kredit terjadi pada segmen korporasi dan komersial menengah dan kecil sedangkan kredit mikro dan konsumsi tetap rendah, yaitu kurang dari 2% pada tahun 2008 hingga Juni 2009. BRI mengalokasikan pencadangan sebesar 153% dari NPL di bulan Juni 2009.

Ia menambahkan, profitabilitas BRI merupakan salah satu yang terbaik di industri perbankan dengan tingkat imbal hasil atas aktiva sebelum pajak (pre-tax ROA) antara 3,8% di semester pertama 2009 yang mencerminkan tingginya pendapatan dari kredit mikro dan kekuatan pendanaannya.

Menurutnya, NIM BRI terus menurun menjadi 8,9% pada bulan Juni 2009 seiring peningkatan biaya dana akibat penurunan porsi giro dan tabungan terhadap total dana pihak ketiga.

Fitch menegaskan peringkat BRI sebagai berikut:

- Peringkat jangka panjang mata uang asing (Issuer Default Rating (IDR)) di BB/prospek Stabil

- Peringkat jangka pendek mata uang asing IDR di B

- Peringkat jangka panjang nasional di AAA / prospek Stabil

- Peringkat individual di C/D

- Peringkat dukungan di 3

- Batas bawah peringkat dukungan di BB-

(ang/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads