Pinjam CIC US$ 1,9 Miliar, BUMI Jaminkan KPC dan Arutmin

Pinjam CIC US$ 1,9 Miliar, BUMI Jaminkan KPC dan Arutmin

- detikFinance
Jumat, 02 Okt 2009 14:57 WIB
Pinjam CIC US$ 1,9 Miliar, BUMI Jaminkan KPC dan Arutmin
Jakarta - Pinjaman raksasa US$ 1,9 miliar dari China Investment Corporation (CIC) yang diperoleh BUMI, rupanya diperoleh dengan menjaminkan PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan PT Arutmin Indonesia.

"Berdasarkan penjelasan mereka (manajemen BUMI), pinjaman tersebut diperoleh dengan menjaminkan aset-aset perusahaan tambang mereka, termasuk KPC dan Arutmin," ujar Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Eddy Sugito di kantornya, SCBD, Jakarta, Jumat (2/10/2009).

BEI telah bertemu dengan manajemen BUMI pagi tadi. Menurut Eddy, pihaknya telah menanyakan sejumlah pertanyaan kepada manajemen BUMI.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Salah satunya ya itu, struktur pinjaman dari CIC," ujarnya.

Eddy mengatakan, alasan BEI menanyakan struktur pinjaman tersebut karena hingga saat ini belum ada kejelasan soal itu. Berbagai spekulasi telah muncul di pasar yang mendorong harga saham BUMI jatuh tajam selama 3 hari perdagangan berturut-turut.

Salah satu spekulasi yang beredar, ada kekhawatiran kalau pinjaman raksasa dari BUMN China tersebut nantinya bisa dilunasi dengan opsi pembayaran saham. Malah ada yang menduga struktur pinjaman ini akan berakhir dalam bentuk obligasi tukar saham (Convertible Bond).

"Tapi mereka mengatakan ini murni pinjaman. Tidak akan dibayar dengan saham," ujar Eddy.

Kendati demikian, keputusan BUMI menjaminkan aset-aset KPC dan Arutmin yang notabene merupakan aset primadona perseroan, dinilai pelaku pasar bisa membahayakan kinerja BUMI ke depannya.

Oleh sebab itu, untuk mencegah munculnya berbagai spekulasi pelaku pasar atas aksi korporasi luar biasa dari BUMI ini, BEI akan meminta penjelasan tambahan kepada manajemen BUMI.

"Kita akan meminta penjelasan tambahan kepada mereka secara tertulis. Mereka juga sudah komitmen akan memberikan jawaban tertulis untuk diumumkan ke publik dalam 3 hari ke depan," ujar Eddy.

Aksi korporasi raksasa ini diambil oleh BUMI guna ekspansi dan melakukan restrukturisasi utang-utang perseroan.

(dro/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads