Market Flash eTrading

Market Flash eTrading

- detikFinance
Senin, 05 Okt 2009 09:12 WIB
Market Flash eTrading
Jakarta - Dow Jones: Standard & Poor’s 500 pertama kalinya mengalami penurunan selama dua minggu berturut-turut sejak bulan Juli lalu. Bursa US melemah setelah perkembangan manufaktur lebih rendah dari yang diantisipasi dan pengangguran naik ke level 26 tahun tertinggi. Pada perdagangan akhir pecan lalu, General Electric co. dan JPMorgan Chase & Co.. turun sedikitnya 4% akibat spekulasi rally yang terjadi di pasar terlalu cepat untuk pemulihan pendapatan.

US Steel Corp. dan Chevron Corp. memimpin penurunan produsen komoditas setelah IMF memprediksi pertumbuhan tahun depan akan lambat di tengah meningkatnya pengangguran di US. Indeks S&P 500 (-0.5%) 1,025.21 dan Dow Jones (-0.2%) 9,487.67. Data manufaktur US bulan lalu menunjukkan data klaim pengangguran sebesar 551.000 dan tingkat pengangguran mencapai 9.8%.

Regional Pagi: KOSPI INDEX (-1.77%) Bursa Korea Selatan memimpin pelemahan bursa Asia dan pelemahan AS seiring dimulainya kembali perdagangan setelah liburan di hari Jumat, dengan saham finansial dan logam melemah terdalam. Bursa Jepang berada di area sekitar break-even dan bursa Australia juga melemah setelah dibuka menguat. Nikkei 225 flat di level 9,732.34 dan Topix index (-0.2%). 1,615.53. S&P/ASX 200 INDEX (+0.12%) 4,607.00. STI (-2.32%) 2,595.85.Β 

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Commodity: Crude Oil (-0.2%) $69.8/bbl, Gold (+0.04%) $1.003/oz, CPO (-4.5%) $640/MT, Nickel (+0.4%) $17.285/MT, Tin (+0.5%) $14.275/MT, Coal (+0.4%) $70.4/MT.

Economic & Industrial News

Banking: Indonesia Akan Pertahankan Suku Bunga di level 6.5%

Bank sentral Indonesia kemungkinan akan mempertahankan suku bunga acuan dalam dua bulan terturut-turut di tengah pertanda akan terjadi kenaikan harga konsumen. BI akan mempertahankan suku bunga acuan pada 6.5%, level terendah sejak Mei 2005, menurut survei 21 ekonom di Bloomberg News. Keputusan akan keluar siang ini di Jakarta.

Corporate news

INDY: Tawar Berau Coal di Bawah US$ 1 Miliar

INDY menawar 90% saham PT Berau Coal di bawah US$ 1 miliar. Nilai itu lebih rendah dibandingkan dengan penawaran yang diajukan Banpu PCL Thailand dan PT Quattro Inti Investama. Banpu, induk usaha ITMG memberikan harga penawaran US$ 1,3-1,4 miliar, sedangkan Quattro menawar sedikit di atas US$ 1 miliar. Berau Coal telah menunjukkan Bank of America-Merrill Lynch dan Deustche Bank sebagai konsultan penjualan. INDY dibantu Citigroup, Quattro menunjuk Barclays Capital sebagai konsultan. Banpu Thailand didukung The Thai Banks.

BNBR: Buyback Saham BUMI

BNBR akan tetap merencanakan untuk buyback saham BUMI sebelum akhir tahun ini. BNBR mengalokasikan US$150 juta untuk buyback sebesar 4,2% BUMI dari OKAS.

BNBR: Akan Terbitkan Obligasi Tukar

BNBR akan menerbitkan obligasi konversi terkait restrukturisasi utangnya dengan Northstar Pasific Partners. BNBR telah melunasi Rp2,06 triliun sehingga tersisa Rp4,26 triliun untuk direstrukturisasi.

EPMT: Ekspansi Rp 240 M

Distributor farmasi, EPMT mengucurkan dana Rp 240 miliar pada tahun ini hingga tahun depan untuk memperluas jaringan distribusi dengan membuka 5 kantor cabang. Selain itu juga menambah kapasitas beberapa kantor cabang yang telah ada.
Β 
TSPC: Terus Diborong Oleh Bogamulia

PT Bogamulia Nagadi, pemegang saham mayoritas TSPC, gencar meningkatkan kepemilikannya dalam 2 bulan terakhir. Per 31 Juli 2009, Bogamulia memegang 95,14% saham TSPC, pada akhir Agustus meningkat menjadi 95,19%, serta pada September telah membeli total 1.403.500 saham.

(etr/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads