Asing Menyerbu, Rupiah Melesat

Asing Menyerbu, Rupiah Melesat

- detikFinance
Senin, 05 Okt 2009 16:39 WIB
Asing Menyerbu, Rupiah Melesat
Jakarta - Nilai tukar rupiah menutup perdagangan hari ini di posisi tertingginya dalam satu tahun. Tren pelemahan dolar AS di pasar global memicu aksi beli atas portofolio lokal sehingga mendorong penguatan rupiah.

Pada perdagangan Senin (5/10/2009), rupiah ditutup menguat tajam ke 9.560 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.645 per dolar AS. Aksi jual dolar terutama dilakukan oleh investor asing.

Deputi Gubernur BI Budi Mulya menepis dugaan posisi rupiah kini sudah overvalued. Penguatan rupiah kali ini menurutnya ditopang oleh kepercayaan investor asing yang besar untuk pasar negara berkembang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak benar tidak benar jika dikatakan rupiah over valued. Rupiah yang terus menguat karena confidence di luar terhadap pasar emerging market," ujar Budi di Gedung BI, Jakarta.

Ia menjelaskan, penguatan rupiah juga didukung oleh faktor fundamental yang kuat seperti neraca pembayaran yang kuat dan surplus.

"Neraca pembayaran kita masih kuat dansurplus sehingga membuat matauang kita mempunyai nilai fundamental yang seharusnya yaitu menguat. Kita meyakini rupiah menguat sesuai fundamental dan masih sejalan dengan usaha pencapaian inflasi. Ke depan di 2010 target inflasi BI 5 plus minus 1 %," urainya.

Di pasar Asia, dolar AS tercatat melemah atas sebagian mata uang regional Dolar AS melemah ke 1,4112 dolar Singapura, ke 32,26 dolar Taiwan, ke 33,39 baht Thailand, ke 46,75 peso Filipina dan di 1.173,80 won Korsel.

(qom/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads