Pada perdagangan Senin (5/10/2009), rupiah ditutup menguat tajam ke 9.560 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.645 per dolar AS. Aksi jual dolar terutama dilakukan oleh investor asing.
Deputi Gubernur BI Budi Mulya menepis dugaan posisi rupiah kini sudah overvalued. Penguatan rupiah kali ini menurutnya ditopang oleh kepercayaan investor asing yang besar untuk pasar negara berkembang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan, penguatan rupiah juga didukung oleh faktor fundamental yang kuat seperti neraca pembayaran yang kuat dan surplus.
"Neraca pembayaran kita masih kuat dansurplus sehingga membuat matauang kita mempunyai nilai fundamental yang seharusnya yaitu menguat. Kita meyakini rupiah menguat sesuai fundamental dan masih sejalan dengan usaha pencapaian inflasi. Ke depan di 2010 target inflasi BI 5 plus minus 1 %," urainya.
Di pasar Asia, dolar AS tercatat melemah atas sebagian mata uang regional Dolar AS melemah ke 1,4112 dolar Singapura, ke 32,26 dolar Taiwan, ke 33,39 baht Thailand, ke 46,75 peso Filipina dan di 1.173,80 won Korsel.
(qom/dnl)











































