Fitch Berikan Peringkat Negatif BLTA

Fitch Berikan Peringkat Negatif BLTA

- detikFinance
Selasa, 06 Okt 2009 11:07 WIB
Fitch Berikan Peringkat Negatif BLTA
Jakarta - Fitch Rating menetapkan peringkat B dengan Rating Watch Negatif (RWN) pada PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) menyusul rencana pengambilalihan Camillo Eitzen & Co ASA (CECO). Fitch juga menetapkan peringkat CCC pada senior unsecured notes senilai US$ 400 juta perseroan.

Demikian disampaikan Fitch dalam siaran persnya, Selasa (6/10/2009).

CECO merupakan operator kapal tanker kimia raksasa yang bermarkas di Oslo, Norwegia. Fitch mengakui bahwa penggabungan dua perusahaan, BLTA dan CECO, akan menghasilkan perusahaan tanker kimia terbesar di dunia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun penetapan RWN yang dilakukan oleh Fitch didasarkan pada asumsi akuisisi ini akan membuat kinerja keuangan BLTA menjadi lemah. CECO sedang dalam proses restrukturisasi utang senilai US$ 1,4 miliar.

Permasalahan utang CECO terutama disebabkan menurunnya bisnis perkapalan seiring dengan krisis ekonomi. Kendati demikian, Fitch akan melakukan evaluasi jika transaksi BLTA dengan CECO telah terjadi.

BLTA berencana mengambil alih CECO melalui penukaran saham CECO dengan BLTA. Skema pengambilalihan ini akan membentuk satu perusahaan baru.

Skema pengambilalihan tersebut adalah pemegang saham CECO akan ditawarkan Mandatory Exchangeable Bonds (MEB) dengan harga NOK 25 per saham CECO yang merupakan premium 270% dari penutupan tanggal 2 Oktober 2009. Berdasarkan harga tersebut diperoleh rasio konversi sebesar 49,13 saham BLTA akan ditukarkan dengan 1 saham CECO.

Konversi dijadwalkan dilakukan pada Juli 2010. Setelah itu, BLTA berencana mencatatkan sahamnya di bursa Oslo.

Proyeksi pendapatan hasil gabungan dua perusahaan ini mencapai US$ 2,3 miliar. Grup ini akan memiliki dan mengoperasikan 157 kapal tanker kimia, 14 kapal tanker minyak, 42 kapal tanker gas, 50-60 kapal angkutan curah kering dan 1 FSPO, selain jasa maritim yang diberikan melalui Eitzen Maritime Services (EMS).

(dro/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads