Pada pembukaan perdagangan Selasa (6/10/2009) pagi, KARK sempat naik menembus level Rp 181, naik Rp 14 dibanding penutupan kemarin Rp 167. Namun secara mendadak ID masuk melakukan penjualan secara masif dan mendorong saham KARK anjlok tajam.
Broker-broker yang kemarin mendongkrak saham KARK naik tajam seperti PT Indopremier Securities (PD), PT Etrading Securities (YP) dan lainnya tampak sekuat tenaga memberikan posisi penawaran beli dalam jumlah besar guna menahan
guyuran jual dari ID.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibatnya, harga KARK sempat menembus level Rp 113, anjlok Rp 54 dari penutupan kemarin. Saat ini, harga KARK berkutat di level Rp 118-119 per saham.
Tampaknya, ID sudah mulai memperlambat aksi jualnya. Namun masih ada kemungkinan ID kembali mengguyur jual saham KARK pada sesi II nanti.
Jika demikian, KARK bisa jatuh menyentuh batas terbawah penurunan saham seebsar 35% yakni di harga Rp 109.
Volume transaksi saham KARK hingga berita ini ditulis telah mencapai 521,958 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 71,926 miliar, masuk dalam 10 besar transaksi teratas di sesi I.
Padahal, biasanya KARK hanya diperdagangkan di kisaran ratusan juta rupiah. Namun isu KARK telah memenangkan 5 tahun kontrak untuk menyalurkan 100.000 metric ton medium kalori batu bara per bulan ke China telah membuat saham ini aktif diperdagangkan selama 3 hari terakhir. KARK menanda tangani perjanjian dengan Guangdong Zhenrong Energy Co pada tanggal 28 September.
(dro/qom)











































