KPEI Ubah Parameter Fasilitas Pinjam Meminjam Efek

KPEI Ubah Parameter Fasilitas Pinjam Meminjam Efek

- detikFinance
Selasa, 06 Okt 2009 14:30 WIB
KPEI Ubah Parameter Fasilitas Pinjam Meminjam Efek
Jakarta - Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) berencana akan mengubah mekanisme dan parameter dalam fasilitas Pinjam Meminjam Efek (PME) yang diberlakukan dalam peraturan transaksi margin.

"Ke depan parameter pinjam meminjam efek akan kita perbaiki," ujar Hoesen, Direktur Utama KPEI dalam acara Program Edukasi Pasar Modal di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), SCBD, Jakarta, Selasa (6/10/2009).

Saat ini, kata Hoesen, dalam fasilitas PME dikenakan biaya sebesar 15% per tahun dari total jumlah efek yang dipinjam. Biaya tersebut dikenakan pada si peminjam (borrower).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebanyak 12% merupakan bagian yang meminjamkan sedangkan 3% menjadi bagian KPEI. Nantinya syarat tersebut akan kita berlakukan lebih fleksibel," ujarnya.

Ia menjelaskan, ke depannya akan diberlakukan peraturan parameter yang baru agar fasilitas ini bisa berlaku lebih fleksibel dan dapat mendorong aktivitas transaksi efek di BEI. Dalam penghitungan parameter tersebut nantinya akan
dibuat 3 persyaratan parameter.

"Bentuknya nanti ada yang standard, customize, dan negotiated, termasuk juga kolateralnya," tambahnya.

Pelaksanaan Pinjam Meminjam Efek KPEI merupakan salah satu dari sembilan rekomendasi yang diajukan Kelompok G30, yakni "Securities Borrowing & Lending should be encouraged as a method of expenditing the settlement of securities
transaction", serta diakui sebagai komponen penting dari pasar modal yang mapan.

Berdasarkan Undang-undang Pasar Modal serta Peraturan Bapepam, KPEI ditunjuk sebagai pusat Pinjam Meminjam Efek. Fungsi utamanya adalah sebagai pendukung penyelesaian transaksi efek dan sekaligus sebagai penyedia fasilitas perdagangan margin serta securities financing.

Pada bulan Oktober 2009, frekuensi transaksi PME adalah sebanyak 7 kali dengan volume sebanyak 40,928 juta dan total nilai Rp138,317 miliar.Β  Sedangkan sepanjang 2009, frekuensinya mencapai 382 kali, volumenya 500,489 juta dan total transaksi Rp1,555 triliun. Sedangkan jumlah keanggotaan PME hingga saat ini mencapai 97 anggota kliring dan 2 bank kustodian.

Adapun efek yang terdaftar dalam fasilitas ini adalah AALI, ADRO. ANTM, ASII, BBCA, BBNI, BBRI, BDMN, BLTA, BMRI, BMTR, BTEL, BUMI, CPRO, CTRA, CTRP, DEWA, ELTY, INCO, INDF, INDY, INTP, ISAT, ITMG, JSMR, KIJA, KLBF, LPKR, LSIP, MEDC, PGAS, PTBA, SGRO, SMCB, SMGR, TLKM, TRUB,UNTR dan, UNVR.


(dro/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads