Menurut Direktur Utama PTBA Sukrisno, saat ini perseroan telah melakukan confidential agreement dengan BHP supaya bisa mendapatkan seluruh data awal yang diperlukan untuk melakukan due diligence.
"Kita sudah lakukan confidential agreement dengan BHP supaya bisa dapat data awal untuk due diligence. Nanti kalau sudah selesai langsung kita ajukan proposal (penawaran)," katanya ketika dihubungi detikFinance, Selasa (6/10/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan, perseroan sudah menganggarkan dana sebesar Rp 1,5 triliun khusus untuk akuisisi tambang batubara. Dana yang bakal digunakan kelak membeli tambang BHP termasuk dalam anggaran tersebut.
Dana sebesar itu akan dipenuhi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tambang itu seluruhnya dari kas internal. Menurut Sukrisno, arus kas perseroan saat ini berada lebih dari Rp 3 triliun, maka dari itu emiten berkode PTBA tersebut tidak perlu mencari pinjaman.
"Uang kita masih banyak. Kita penuhi semua dari internal masih bisa," jelasnya.
Sebelumya, PTBA berencana untuk mengakuisisi beberapa tambang mulai tahun ini hingga 2010 mendatang. Akuisisi itu dilakukan untuk menambah cadangan batubara perseroan.
(ang/dnl)










































