"Dana pinjaman dari CIC akan digunakan untuk refinancing seluruh utang BUMI senilai US$ 1,2 miliar, serta pelunasan seketika akuisisi 3 perusahaan batubara dan sisanya untuk capex," ujar salah seorang analis disela-sela 'Analyst Meeting' yang digelar di Wisma Bakrie 2, Jl Rasuna Said, Jakarta, Selasa (6/10/2009).
BUMI baru saja mendapatkan pinjaman dari CIC senilai US$ 1,9 miliar. Selain untuk refinancing seluruh utang BUMI sebesar US$ 1,2 miliar, dana tersebut juga digunakan untuk pelunasan seketika sisa kewajiban akuisisi PT Fajar Bumi Sakti (FBS), PT Pendopo Energi Batubara (PEB) dan Zurich Asset Investment yang merupakan induk usaha PT Darma Henwa Tbk (DEWA).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada 5 Januari 2009, BUMI mengakuisisi 76,8% saham FBS senilai Rp 2,475 triliun. Namun nilai ini direvisi menjadi Rp 1,4 triliun dengan kepemilikan menjadi 50%.
Pada 7 Januari 2009, BUMI mengakuisisi 84% saham PEB senilai Rp 1,304 triliun. Total nilai 3 akuisisi ini setelah revisi nilai akuisisi FBS adalah sebesar Rp 5,116 triliun.
Pembayaran tiga akuisisi tersebut dibagi menjadi beberapa tahap. Hingga saat ini BUMI telah membayar 3 akuisisi terseut senilai Rp 1 triliun.
Dengan demikian, sisa kewajiban akuisisi yang masih harus dibayar BUMI sebesar Rp 4,116 triliun atau kurang lebih US$ 410 juta.
"Menurut penjelasan manajemen, percepatan pembayaran akuisisi diambil oleh BUMI karena mereka mendapat tawaran menarik dari CIC," ujarnya.
Refinancing utang US$ 1,2 miliar, ujar analis tersebut, juga karena mekanisme pembayaran utang kepada CIC lebih mudah ketimbang pinjaman yang saat ini dimiliki BUMI.
"Dengan mengambil pinjaman CIC, meskipun harus menjaminkan seluruh kepemilikan BUMI di KPC (PT Kaltim Prima Coal) dan Arutmin (PT Arutmin Indonesia), akan memberikan keleluasaan bagi arus kas BUMI ke depan," jelas analis itu.
Oleh sebab itu, BUMI memutuskan untuk mengambil langkah berani menjaminkan dua aset primadona perseroan untuk melunasi seluruh pinjaman yang ada serta pelunasan seketika 3 akuisisi.
"Sisa dana sebesar US$ 300 juta akan digunakan untuk capex (belanja modal) perseroan," jelasnya.
(dro/qom)











































