Market Flash eTrading

Market Flash eTrading

- detikFinance
Rabu, 07 Okt 2009 08:59 WIB
Market Flash eTrading
Jakarta - Dow Jones: Bursa AS menguat, memperpanjang pergerakan rally dunia, dengan spekulasi pendapatan 3Q09 akan menembus estimasi dan tumbuhnya keyakinan ekonomi global akan membaik. Dollar melemah setelah Australia secara tak terduga meningkatkan suku bunga acuan, yang mengarahkan minyak dan emas ke level tertinggi.

Alcoa Inc. dan Newmont Mining Corp. menguat sedikitnya 3.5%, Exxon Mobil Corp. (+1.6%) seiring harga minyak berjangka mendekati $71/barel. Corning Inc., produsen kaca panel LCD terbesar di dunia, (+4.7%) seiring UBS AG menaikkan peringkat.

MSCI World Index dari 23 negara (+1.9%), tertinggi dalam 2 bulan. S&P Index (+1.4%) 1,054.72. di New York. DJIA (+1.4%) 9,731.25 dan telah menguat 2.6% pekan ini, yang merupakan penguatan terdalam selama 2 hari dari hampir 3 bulan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Regional Pagi: Bursa Jepang menguat setelah harga logam dan minyak menguat dengan spekulasi ekonomi dunia segera pulih kembali. Inpex Corp., eksplorer minyak dan gas terbesar di Jepang, (+1.6%). Sumitomo Metal Mining Co., produsen emas terbaik, menguat setelah harga emas naik ke level tertinggi. Honeys Co., peritel pakaian wanita, (-2%) setelah sentimen konsumen yang menurun karena kerugian di 1Q. Nikkei 225 (+0.8%) 9,765.56 pukul 9:06 a.m. di Tokyo. S&P/ASX 200 (+1.48%) 4659.40 Kospi (+1.01%) 1614.48. STI (+1.10%) 2,640.57.

Commodity: Harga minyak menguat di hari ketiga di New York seiring pelemahan dollar dan industri menunjukkan penurunan stok bahan bakar, diesel, dan minyak di AS. Harga minyak untuk pengiriman bulan November (+0.8%) $71.44/barel di NYMEX pukul 10:43 a.m. waktu Sydney. Kemarin, harga minyak berada di level $70.88. Crude oil (+0.79%) $71.4/bbl, Gold (-0.25%) $1.046/oz, CPO (+1.9%) $658/MT, Nickel (+3.3%) $18.130/MT, Tin (+2.8%) $14.595/MT.

Economic & Industrial News

Economic: Defisit Per September Rp32,2 T

Per September defisit anggaran capai Rp32,33 triliun, di bawah target defisit APBN-P 2009 Rp129,8 triliun atau 2,4% dari PDB. Sementara pendapatan dan hibah Rp563,5 triliun (64,7% dari target APBN-P), penerimaan dalam negeri Rp563,1 triliun (64,73%), dan perpajakan Rp432,5 triliun (66,34%). Selanjutnya, akhir pekan ini Depkeu akan merilis realisasi belanja negara hinga Sept09.

Economic: Pemodal Asing Beli Bersih Saham Rp12,05 Triliun

Pemodal asing mencetak beli bersih (net buy) saham Rp12,05 triliun hingga akhir September ini. Hal tersebut terjadi karena IHSG terus menguat serta optimisme sektor konsumsi Indonesia akibat kenaikan minyak dunia.

Economic: Investor asing makin gemar SBI

Aliran dana asing ke sertifikat Bank Indonesia (SBI) pada 3Q09 mencapai titik tertinggi setelah puncak krisis ekonomi global akhir tahun lalu. Berdasarkan data BI sepanjang periode Juli-September dana asing pada SBI bertambah US$1,58 miliar, sehingga mendongkrak total kepemilikan asing menjadi US$3,71 miliar.

Corporate news

BUMI: Utang Bertambah US$300 Jt, Lunasi Seluruh Utang Credit Suisse

Utang BUMI bertambah US$300 juta atau Rp3 triliun jadi US$1,9 miliar atau Rp19 triliun. Pasalnya pinjaman dari CIC digunakan untuk melunasi seluruh utang lama perseroan US$1,6 miliar meliputi US$1,1 miliar ke institusi keuangan yakni Credit Suisse US$835 juta kecuali Rio Tinto dan dua jenis obligasi tukar US$477,5 juta; sisanya US$500 juta membayar akuisisi tiga perusahaan batubara.

PTBA: Ajukan Proposal Akuisisi Tambang BHP Biliton

PTBA telah mengajukan penawaran akuisisi tambang batubara di Kaltim dan Kalteng milik BHP Biliton. Perseroan membentuk konsorsium dan menyiapkan dana Rp1,5 triliun dari kas internal bahkan akan mencari lagi pinjaman bank guna membiayai akuisisi itu.
Β 
ADRO: Adaro Tandatangani Fasilitas Utang US$500 Jt

ADRO melalui anak usahanya PT Adaro Indonesia menandatangani pinjaman sindikasi bank US$500 juta atau Rp5 triliun berjangka waktu lima tahun. Perolehan dana untuk capex kegiatan perseroan lainnya.

HITS: Pendapatan 1H09 Naik 27,53% YoY, Incar Pengangkutan Batubara India

Pendapatan HITS 1H09 naik 27,53% yoy dari Rp454,23 miliar jadi Rp579,3 miliar seiring bertambahnya dua kapal yakni Barito dan Mahakam. Namun laba bersih anjlok 95,04% yoy jadi Rp5 miliar dari 100,75 miliar sedangkan EBIT anjlok jadi Rp5,8 miliar dari Rp112,11 miliar dan laba kotor -62,33% yoy jadi Rp 61,7 miliar dari Rp 163,77 miliar. Selanjutnya, perseroan menargetkan pendapatan FY09 sebesar Rp800 miliar (-14,48% yoy). Perseroan tengah mengikuti tender pengangkutan batubara di India dan dalam negeri seperti anak usaha PT Indonesia Power selama lima tahun, anak usaha PT Arutmin Indonesia selama 10 tahun dan Pertamina. Serta berniat jajaki tender tersebut di Korea Selatan.

(etr/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads