Pada awal perdagangan sesi I hari ini, IHSG sempat naik tajam 31,524 poin (1,24%) ke level 2.559,670. Kenaikan tajam ini didorong oleh peningkatan harga-harga saham berkapitalisasi besar.
Namun ditengah perjalanan sesi I, secara mendadak IHSG mulai mengalami tren penurunan dengan sudut elevasi besar. Namun IHSG selanjutnya bergerak melemah dan sempat terpuruk di bawah level 2.500. Titik terendah IHSG pada hari ini adalah 2.499,424.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dan pada perdagangan Rabu (7/10/2009), IHSG ditutup melemah 14,740 poin (0,58%) ke level 2.513,406. Indeks LQ 45 melemah 2,507 poin (0,50%) ke level 495,097.
Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 153.824 kali dengan volume 6.704 juta lembar saham senilai Rp 7,613 triliun. Sebenyak 55 saham naik, 163 saham turun dan 53 saham stagnan.
Gerak IHSG pada hari ini dinilai tidak wajar. Saat rupiah melanjutkan penguatan, investor asing justru melakukan aksi penjualan.
"Gerak IHSG cukup aneh hari ini. Kita juga tidak mengerti," ujar analis PT Bali Securities, Ketut Tri Bayuna saat dihubungi detikFinance, Rabu (7/10/2009).
Padahal mayoritas bursa regional masih bergerak menguat.
- Indeks Hang Seng naik 430,06 poin (2,07%) ke level 21.241,59.
- Indeks KOSPI turun tipis 0,44 poin ke level 1.598.
- Indeks S&P/ASP naik 104,1 poin (2,23%) ke level 4.695,7.
- Indeks Nikkei-225 naik 107,80 poin (1,11%) ke level 9.799,60.
- Indeks Straits Times naik 24,32 poin ke level 2.636,21.
Ia mengatakan, secara umum tidak ada sentimen negatif pada saham-saham di BEI.
"Regional baik, perekonomian kita juga baik. Memang secara teknikal analisis IHSG sudah memasuki resistance. Tapi kalau melihat pergerakan hari ini agak aneh," ujarnya.
Investor asing mencatat net selling. Padahal, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS justru mengalami penguatan sempat menembus level Rp 9.420 per dolar AS. Artinya, banyak dana asing sedang masuk ke Indonesia.
"Tapi anehnya, dana asing yang masuk bukan ke pasar saham. Di pasar saham asing malah keluar," ujarnya.
Ketut mengaku bingung melihat gerak IHSG hari ini. Menurutnya, bisa saja sentimen negatif grup Bakrie terkait hasil Musyawarah Nasional (munas) Partai Golkar menjadi salah satu penyebabnya.
"Bisa saja sentimen BUMI dan grup Bakrie terkait munas Partai Golkar menjadi salah satu pemicu penurunan tajam IHSG setelah mengalami kenaikan tadi pagi. Saat ini penyebab persisnya kita belum tahu," ujarnya.
Saham-saham di jajaran top loser antara lain BUMI turun Rp 200 menjadi Rp 2.875, BCA (BBCA) turun Rp 275 menjadi Rp 4.925, Medco Energi (MEDC) turun Rp 100 menjadi Rp 3.050, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 100 menjadi Rp 5.050.
Sedangkan saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain BRI (BBRI) naik Rp 450 menjadi Rp 8.550, Semen Gresik (SMGR) naik Rp 300 menjadi Rp 6.800, Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 350 menjadi Rp 21.350, PTBA naik Rp 200 menjadi Rp 14.400. (qom/qom)
