Koreksi Bakrie 7 Seret Jatuh IHSG

Koreksi Bakrie 7 Seret Jatuh IHSG

- detikFinance
Rabu, 07 Okt 2009 17:22 WIB
Koreksi Bakrie 7 Seret Jatuh IHSG
Jakarta - Koreksi saham-saham Bakrie 7 pada perdagangan hari ini memberi kontribusi besar pada kejatuhan IHSG. Bakrie 7 kuasai 43,36% nilai transaksi dan 44,36% volume transaksi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (7/10/2009).

Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) anjlok Rp 200 (6,5%) ke Rp 2.875. Volume transaksi BUMI mencapai Rp 1,004 miliar saham (5,17%) dengan nilai transaksi Rp 2,943 triliun.

Saham PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) turun Rp 2 (1,53%) ke Rp 128. Volume transaksi BNBR sebanyak 1,432 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 183,373 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saham PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) anjlok Rp 20 (2,29%) ke Rp 850. Volume transaksi UNSP sebanyak 56,73 juta saham senilai Rp 48,634 miliar.

Saham PT bakrieland Development Tbk (ELTY) turun Rp 5 (1,38%) ke Rp 355. Volume transaksi ELTY sebanyak 133,477 juta saham senilai Rp 47,077 miliar.

Saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) anjlok Rp 15 (4%) ke Rp 360. Volume transaksi ENRG sebanyak 101,569 juta saham senilai Rp 37,32 miliar.

Saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) turun Rp 5 (2,38%) ke Rp 205. Volume transaksi DEWA sebanyak 121,927 juta saham senilai Rp 24,826 miliar.

Saham PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) turun Rp 4 ke Rp 2,85% ke Rp 136. Volume transaksi BTEL sebanyak 124,542 juta saham senilai Rp 17,14 miliar.

Total volume transaksi Bakrie 7 hari ini mencapai 2,974 miliar saham atau setara dengan 44,36% dari volume transaksi seluruh saham di BEI yang sebanyak 6,704 miliar saham.

Total nilai transaksi Bakrie 7 hari ini mencapai Rp 3,301 triliun atau setara dengan 43,36% dari nilai transaksi di BEI sebesar Rp 7,613 triliun.

Dengan penguasaan volume dan nilai transaksi sebesar itu, tentu saja koreksi saham-saham Bakrie 7 memberikan kontribusi besar pada kejatuhan level IHSG hari ini.

IHSG ditutup di level 2.513,406, turun 14,740 poin (0,59%). Pada awal perdagangan sesi I hari ini, IHSG sempat naik tajam 31,524 poin (1,24%) ke level 2.559,670. Kenaikan tajam ini didorong oleh peningkatan harga-harga saham
berkapitalisasi besar.

Namun ditengah perjalanan sesi I, secara mendadak IHSG mulai mengalami tren penurunan dengan sudut elevasi besar. Saham-saham berkapitalisasi besar yang semula meningkat tajam, mendadak mengalami koreksi.

Sebut saja, PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Bank central Asia Tbk (BBCA), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan lain sebagainya. Saham-saham tersebut kini bertengger di jajaran top loser. Padahal sebelumnya berada di jajaran top gainer.

BUMI pun sempat mengalami peningkatan harga. Namun ketika sejumlah broker berbendera asing seperti PT Kim Eng Securities (ZP), PT CLSA Indonesia (KZ) dan PT Macquarie Capital Securities (RX) mengguyur jual saham BUMI secara masif, disinyalir mendorong aksi penjualan pada saham-saham lainnya.

Analis memperkirakan, pelaku pasar masih menanti kepastian hasil Musyawarah Nasional (munas) Partai Golkar yang akan berakhir besok. Aburizal Bakrie bersaing dengan raja media Surya Paloh dan mantan pangeran zaman Orde Baru
Hutomo Mandala Putra. Persaingan ketat tersebut diduga memberikan tekanan jual pada saham-saham grup Bakrie, terutama BUMI.

"Salah satu yang menjadi perhatian investor asing tentu hasil munas Golkar yang sekarang sedang berlangsung," ujar PT BNI Securities, Muhammad Alfatih saat dihubungi detikFinance, Rabu (7/10/2009).

Sebagaimana diketahui, pengusaha sekaligus politikus Aburizal Bakrie saat ini sedang bersaing dengan raja media Surya Paloh dan mantan pangeran zaman Orde Baru Hutomo Mandala Putra untuk menjadi Ketua Umum Partai Golkar.

Hasil akhir dari munas ini belum dapat dipastikan. Aburizal Bakrie yang tampaknya mendapatkan saingan keras dalam perebutan kursi panas tersebut, diduga membuat pelaku pasar bereaksi terhadap keputusan investasinya di saham BUMI.

"Kita melihat ini sentimen sesaat. Namun asing biasanya memang sangat memperhatikan aspek politik dari saham-saham grup Bakrie terutama BUMI. Sepertinya pelaku pasar, baik asing maupun domestik sedang menanti hasil munas Golkar," jelas Alfatih.



(dro/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads